Kamis, 26 November 2015

DI TAHUN DEPAN PERTUMBUHAN INDUSTRI DITARGETKAN DI 5,7%


SAVEKementerian Perindustrian (Kemenperin) optimistis di tahun yang akan dating sektor industri akan terus meningkat. Pertumbuhan industri ditargetkan mencapai 5,7%.

Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin menjelaskan, pihaknya ingin terus menjaga konsistensi pertumbuhan industri lebih meningkat disbanding angka pertumbuhan ekonomi nasional.  

"Tahun 2016, ditargetkan pertumbuhan industri mampu mencapai 5,7%. Ini di atas target pertumbuhan ekonomi yang 5,3%," ucapnya, Kamis (26/11/2015).

Hingga triwulan III 2015, pertumbuhan industri pengolahan non-migas sebanyak 5,21%, lebih meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi periode serupa pada tahun lalu 2014 sebesar 4,73%.  

Sementara kontribusi industri pengolahan non-migas terhadap PDB nasional diharapkan sebesar 18,5%. Pada 2014, realisasi kontribusi sektor industri mencapai 17,87%.

Terutama hingga triwulan III 2015, capaian kontribusi mencapai 17,82%. Angka ini lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 17,42%.

Secara nominal, ekspor produk hasil industri (industri pengolahan non migas) sampai Agustus 2015 sebanyak US$72,21 miliar dan impor produk komoditi industri sebanyakUS$72,49 miliar.

Ekspor produk hasil industri (industri pengolahan non migas) s.d Agustus 2015 memberikan kontribusi 70,44% terhadap total ekspor nasional. Pangsa pasar ekspor utama produk industri menuju Amerika Serikat, Jepang, China, Singapura, dan India.

"Optimisme kita masih realistis karena didasari arus investasi yang terus masuk dan termasuk realisasi ekspor serta produksi dari industri, menengah hingga kecil," jelasnya.

Selain itu, tutur Saleh, dalam beberapa kali kesempatan bertemu dengan pelaku industri dan kuinjungan pabrik, kepercayaan pada prospek bisnis di Indonesia masih cukup kuat.

Nilai investasi PMDN sektor industri pada triwulan III pada tahun 2015 sebanyak Rp20,05 triliun atau tumbuh sebanyak 7,45% dibanding triwulan III tahun 2014 sebesar Rp 18,66 triliun. Sedangkan nilai investasi PMA sektor industri pada triwulan III tahun 2015 mencapai US$3,15 miliar. Sehingga nilai total investasi yang masuk pada triwulan III pada tahun 2015 mencapai US$4,75 miliar

Harga Energi Kompetitif

Menperin juga terus menegaskan perlu adanya mendongkrak daya saing industri. "Rumusnya ya dengan menekan faktor yang menjadi beban. Ketersediaan energi listrik dan gas dengan harga yang bersaing, bunga bank yang kompetitif dan cost logistik yang murah," kata Saleh.

Hal ini sudah lama didesar oleh kemenperin. Harga gas misalnya, diakui memberatkan industri petrokimia yang merupakan pemasok ke industri lainnya. Begitu juga menekan industri pupuk dan keramik.

"Syukurlah, pemerintah telah menetapkan harga gas untuk pabrik dari lapangan gas sesuai kemampuan industri pupuk, USD 7 per MMBTU. Ini berlaku Januari 2016," ucap dia, sembari mengungkapkan hal ini telah lama diwacanakan dan akhirnya berhasil diwujudkan

"Artinya, memang butuh kerja keras dan ngotot. Toh nyatanya bisa juga asalkan punya semangat yang sama demi kepentingan sebanyak-banyaknya pihak," kata Saleh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar