Senin, 21 Oktober 2019

IHSG SESI I BERGERAK MENANJAK


SAVE- Pada perdagangan sesi I Senin (21/10/2019), IHSG bergerak menanjak. IHSG bergerak naik sebesar 7,56 poin atau yang setara dengan 0,12% berada di posisi 6.199,51.

Terdapat 199 saham yang menunjukkan penurunan, 159 saham yang tidak menunjukkan apapun dan 172 saham yang bergerak naik.

Total volume perdagangan saham mencapai 12,34 miliar saham dengan total nilai nya Rp 4,19 triliun.

Pada bursa Asia hari ini, indeks Nikkei 225 naik 0,3% menjadi 22.560,06, indeks Hang Seng Hongkong naik 0,29% menjadi 26.796,33, Topix indeks Tokyo meningkat 0,43% menjadi 1.628,94. Namun tindeks Komposit Shanghai turun 0,17% menjadi 2.933,06 dan Straits Times Index Singapura juga menurun 0,95% menjadi 3.1432,7.

Penguatan bursa Asia didorong harapan atas proses penyelesaian perang perdagangan AS dan China dan ekspektasi arus masuk investasi yang lebih besar ke Hongkong.





moneychangersunterjakartautara

savemoneychanger @ptsavemc

Rabu, 16 Oktober 2019

IHSG TAK BERTENAGA


SAVE- IHSG pada perdagangan sesi I Rabu (16/10/2019), bergerak melemah. IHSG bergerak turun sebesar 9,42 poin atau yang setara dengan 0,15% berada di posisi 6.148,74.

Total transaksi perdagangan di penutupan sesi I mencapai Rp 4,26 triliun dari 10,14 miliar lembar saham yang diperdagangkan. 

Dengan 142 saham yang tidak bergerak kemanapun, 181 saham yang melemah dan 182 saham yang menunjukkan pergerakan ke zona hijau.

IHSG yang bergerak melemah diikuti pula oleh indeks LQ45 yang melemah 1,83 poin atau yang setara 0,2% menjadi 957,91.

Dari 9 sektor yang, terdapat enam sektor yang berada di zona merah pada akhir sesi I. Dipimpin oleh sektor infrastruktur yang bergerak menurun sebesar 1,2% dan diikuti sektor tambang yang turun 0,57%. Namun tiga sektor lainnya yang menunjukkan penguatan dipimpin oleh sektor perdagangan yang menanjak sebesar 0,47%.






Selasa, 15 Oktober 2019

SEMPAT MENANJAK, RUPIAH MELEMAH LAGI


SAVE- Nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi hari Selasa (15/10/2019),  sempat dibuka menguat dengan kenaikan sebesar 0,04% yang berada di level Rp 14.130/US$.

Namun hingga menjelang siang hari, rupiah mulai terdepresiasi sebesar 0,04% yang berada di posisi Rp 14.144/US$.

Rupiah berada di rentang Rp 14.122/US$ hingga Rp 14.145/US$.

Pergerakan rupiah yang bergerak tipis juga dikarenakan pasar mau melihat penyusunan kabinet Presiden Jokowi dalam menyusun kabinet baru di masa pemerintah periode keduanya.

Para pelaku pasar juga khawatir dari negosiasi dagang antara AS dan Tiongkok, walaupun kedua pihak sudah membuat kesepakatan parsial pekan lalu. Namun memerlukan waktu 1 bulan untuk dituangkan dalam perjanjian dan juga kesepakatan parsial yang dihasilkan juga tidak menghapus tarif yang telah dibebankan pada barang impor Tiongkok.




Senin, 14 Oktober 2019

IHSG YANG MENGHIJAU

SAVE- Pada perdagangan siang inI Senin (14/10/2019), IHSG berhasil menguat sebesar 17 poin atau yang setara dengan 0,28% berada di posisi 6.122.

Dalam pre opening perdagangan hari ini, IHSG menanjak 0,38% yang sama dengan 23 poin di level 6.129. Begitu pula dengan indeks LQ45 yang bergerak di zona hijau dengan kenaikannya sebesar 0,8% atau yang setara dengan 8 poin ke posisi 956.

Volume perdagangan sepanjang sesi ini sebanyak 11,1 miliar saham, ditransaksikan sebanyak 363 ribu kali dengan total nilai transaksinya sebesar Rp 4,21 triliun.
Terdapat 133 saham yang tidak terdapat pergerakan apapun, 169 saham yang bergerak melemah dan 213 saham yang menunjukkan kekuatannya.

Seiring dengan kenaikan IHSG, indeks Straits Times, indeks Hang Seng, indeks Shanghai dan indeks Kospi yang merupakan bursa saham utama di kawasan Asia masing-masing menunjukkan penguatannya sebesar 0,39%, 0,6%, 0,91% dan 1,08%.

Adanya kenaikan indeks merupakan dampak baik dari kesepakatan antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang memicu meredanya tensi perang dagang.






moneychangersunterjakartautara

savemoneychanger @ptsavemc

Jumat, 11 Oktober 2019

RUPIAH PERKASA



SAVE- Menjelang akhir pekan, nilai tukar rupiah terhadap dolar pada perdagangan hari ini Jumat (11/10/2019) menunjukkan pergerakan ke zona hijau.

Rupiah berada di level Rp 14.130 dengan penguatannya sebesar 0,14% dibandingkan penutupan kemarin Kamis (10/10/2019).

Penguatan yang dialami rupiah, diikuti pula oleh beberapa mata uang utama Asia yang juga menguat terhadap dolar AS. Antara lain dolar Singapura yang menguat 0,06%, ringgit Malaysia naik 0,08%, baht Thailand menguat 0,16%, yuan China menanjak 0,23%, peso Filipina menguat 0,32% dan disusul won Korea dengan penguatan sebesar 0,42%.

Adanya negosiasi dagang antara AS dan China yang berlangsung mulus kemarin Kamis (10/10/2019). Antara Presiden AS Donald Trump dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He memberikan harapan positif dan perundingan berjalan baik dan akan menghasilkan kesepakatan. Hal tersebut mendorong optimisme pasar sehingga juga memberikan dampak positif terhadap aset-aset berbasis keuangan.





moneychangersunterjakartautara

savemoneychanger @ptsavemc

Kamis, 10 Oktober 2019

IHSG KOKOH DI SESI I


SAVE- Pada perdagangan sesi I Kamis (10/10/2019), IHSG mampu bertahan di posisi positif. IHSG mengalami kenaikan sebesar 3,258 poin atau yang setara dengan 0,05% berada di level 6.032,418.

IHSG bergerak fluktuatif pada siang ini berada di level 6.023,98 hingga 6.044,11.

Dari perdagangan tersebut terdapat 8,14 miliar saham yang diperdagangkan dengan frekuensi perdagangan 276.106 kali transaksi dan nilai transaksi mencapai Rp 4,32 triliun.

Terdapat 164 saham yang tidak terdapat pergerakan apapun, 153 saham yang 
menunjukkan penurunan dan 180 saham yang bergerak naik.

Indeks saham utama di Asia juga mengalami penguatan sejalan dengan bergeraknya IHSG seperti Indeks Shanghai naik 0,28%, indeks Hang Seng yang menguat 0,26%, dan indeks Nikkei yang naik 0,29%.





Rabu, 09 Oktober 2019

RUPIAH MELANJUTKAN KELEMAHANNYA


SAVE- Pembukaan perdagangan pertengahan minggu ini Rabu (09/10/2019), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menunjukkan pelemahan. Rupiah menurun sebesar 9 poin yang berada di level Rp 14.170/ US$.

Rupiah yang melemah, diikuti pula oleh beberapa mayoritas mata uang Asia yang juga mengalami kemunduran terhadap dolar AS. Seperti peso Filipina melemah 0,24%, won Korea Selatan turun 0,53%, ringgit Malaysia melemah 0,14%, rupee India melemah 0,19%, dolar Taiwan turun 0,1%, dan disusul yen Jepang dengan pelemahannya sebesar 1 poin.

Dilain sisi, juga terdapat beberapa mata uang Asia yang menguat walaupun tipis. Dolar Hongkong menguat 0,01%, dolar Singapura naik 0,03%, yuan Tiongkok naik  0,05%, dan juga Baht Thailand yang menanjak 0,07%.

Pergerakan rupiah yang juga dikarenakan adanya kekhawatiran para pelaku pasar dalam mengantisipasi perang dagang antara AS dan China. Pasar masih cemas jika negosiasi tidak menghasilkan kata sepakat dari kedua belah pihak.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak Rp 14.190/US$ dengan support di Rp 14.100/US$.




moneychangersunterjakartautara

savemoneychanger @ptsavemc