Jumat, 29 Januari 2016

BI: EKONOMI RI DI TAHUN 2015 DIPERKIRAKAN AKAN DI 4,8%

SAVE - Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2015 berada di angka 4,8%. Angka tersebut lebih tinggi dari prediksi Kementerian Keuangan dalam data realisasi APBNP-2015 yang sebesar 4,74%.

Selain itu, BI juga memproyeksi pertumbuhan ekonomi di tahun 2016akan berada di level 5,2%. Proyeksi tersebut berdasarkan beberapa hal positif yang akan terjadi di tahun 2016 ini.

Salah satunya pengaruh dari membaiknya pertumbuhan ekonomi dunia. Meski perbaikan ekonomi dunia masih belum terlalu kuat.

Dilihat dari sisi internal, ekonomi 2016 akan didorong oleh stimulus fiskal yang lebih cepat dibandingkan dengan tahun lalu. Bahkan, stimulus fiskal yang biasanya terjadi pada pertengahan tahun akan mulai terasa sejak triwulan I.

Relaksasi makro prodensial akan mendukung perbankan dalam penyaluran kredit dan sinyal BI untuk kembali melonggarkan kebijakan moneter, ini akan memberikan persepsi baik pada dunia usaha untuk kegiatan ekonomi yang lebih baik.  

Kamis, 28 Januari 2016

PEMERINTAH GELAR PERTEMUAN BAHAS SUKU BUNGA

SAVE - Sore ini, Kamis (28/1/2016), pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beserta beberapa perbankan lainnya mengadakan pertemuan di Istana Negara, yang akan di pimpin oleh Presiden Joko Widodo.

Pertemuan ini akan membahas mengenai suku bunga, bunga kredit hingga likuiditas perbankan. Ini merupakan pembahasan untuk kesekian kalinya dengan Jokowi.

Pertemuan berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB. Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah menteri seperti Menko Darmin, Menko Politik Hukum dan HAM Luhut Pandjaitan, Menko PMK Puan Maharani, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dan Menteri PPN/Bappenas Sofyan Djalil.

Selain itu juga Gubernur BI Agus Martowardojo, Ketua DK OJKMuliaman D Hadad dan Direktur Utama PT Bank BRI Tbk Asmawi Syam, dan Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Sulaiman Arif Arianto.

Rapat terbatas ini mengenai perbankan nasional yang intinya melihat seperti apa persiapan perbankan dalam membiayai investasi. Atau kemungkinan presiden juga ingin mendengar bagaimana perkembangan industri ini.

Rabu, 27 Januari 2016

MENKEU: RI AKAN MASUK SEBAGAI PEREKONOMIAN TERBESAR KE-10 DI DUNIA













SAVE - Bambang Brodjonegoro, seorang Menteri Keuangan (Menkeu) meyakini dalam beberapa tahun kedepan Indonesia dapat masuk menjadi 10 besar negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

Sejauh ini tingkat perekonomian terbesar pertama di dunia masih diduduki oleh Amerika Serikat, hal ini tercermin dari tingkat Produk Domestik Bruto (PDB) Negeri Paman Sam ini. Dan terbesar kedua yaitu China, yang pertumbuhan ekonominya tengah mengalami perlambatan.

Di tahun lalu, China hanya tumbuh di angka 6,9%. Walaupun demikian, Bambang optimis dalam beberapa tahun ke depan China justru akan mendahului AS dan menjadi negara dengan tingkat PDB terbesar di dunia.

Sementara Indonesia saat ini masih berada di urutan ke-15 negara dengan tingkat perekonomian terbesar di dunia. Namun, dalam beberapa waktu ke depan Indonesia akan mampu masuk dalam jajaran 10 besar negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

Strategi dari sisi pertumbuhan yaitu bagaimana meningkatkan nominal (PDB) seperti yang dilakukan Tiongkok. Saat ini Indonesia berada diperingkat 15, dan berpotensi akan berada di urutan ke-10.

Selasa, 26 Januari 2016

PENURUNAN HARGA KOMODITAS BERDAMPAK PADA EKONOMI RI

SAVE - Hary Tanoesoedibjo, seorang Chief Executive (CEO) MNC Group menilai, di tahun ini kondisi perekonomian Indonesia masih belum membaik dan mengalami ketidakpastian. Lantaran, terus menurunnya harga komoditas di pasar global, sementara ekonomi Indonesia hanya mengandalkan komoditas dan kekayaan sumber daya alam (SDA).

Saat ini tren penurunan harga minyak dunia berada di bawah US$30/barel. Berarti, komoditas seperti baru bara, kelapa sawit, karet dan lainnya masih belum mampu untuk mengalami peningkatan.

Perekonomian Indonesia sangat kuat di komoditas, hal tersebut mengakibatkan penghasilan di komoditas akan terus merosot sehingga mempengaruhi ekspor.

Untuk mengaktifkan pertumbuhan ekonomi nasioanl dibutuhkan investasi. Sementara untuk mendatangkan investasi dari luar negeri (foreign direct investment/FDI) merupakan pekerjaan yang sulit.

Ekonomi luar negeri juga mengalami slowdown, seperti China yang mengalami pertumbuhan terendah selama 25 tahun terakhir di 6,9%.

Untuk menarik investasi dari luar negeri masuk ke Indonesia tidak semudah yang dibayangkan. Saat ini, investor kembali ke masa wait and see bagaimana perkembangan ekonomi di Indonesia selanjutnya.

Selain itu, dari sisi perpajakan, pemerintah akan mengahadapi sejumlah tantangan untuk meningkatkan penerimaan pajak. Sebab, dengan kondisi ekonomi saat ini, penerimaan dari wajib pajak yang sudah rutin pun akan mulai menurun.

Oleh karena itu, Indonesia merupakan perekonomian yang memiliki banyak tantangan.

Senin, 25 Januari 2016

KURS RUPIAH AKAN MEMBAIK DI SEMESTER KEDUA 2016

SAVE - Bank Indonesia (BI) meyakini sepanjang tahun 2016 nilaitukar rupiah tidak akan mengalami penurunan tajam, lantaran mulai berkurangnya tekanan eksternal dan prospek baik dari berlanjutnya pemulihan ekonomi Indonesia.

Berkurangnya tekanan eksternal dan perbaikan ekonomi domestik, mampu membuat kurs rupiah akan mulai membaik pada semester pertama, dan menguat di semester kedua 2016.

Tekanan eksternal berasal dari rencana kenaikan suku bunga The Fed yang sejauh ini dapat diantisipasi. Dari proyeksi BI, kenaikan suku bunga The Fed akan terjadi empat kali di setiap akhir triwulan dengan tambahan besaran 100 basis poin.

Sementara pasar ‘radingnya’ 50 basis poin di Maret dan Juni 2016. Jadi kemungkinan tekanan eksternalnya lebih kecil. Tekanan eksternal berasal dari ekonomi China (Tiongkok), bank sentral Tiongkok (PBoC) kemungkinan masih akan tetap menjaga stabilitas mata uang yuan di pasar keuangan, dan tidak akan melakukan devaluasi yang berlebihan.

Walaupun demikian, sumber-sumber tekanan dari eksternal yang dapat menekan pasar keuangan domestik memang masih ada. Namun perbaikan struktual ekonomi domestik akan meyakinkan investor untuk menanam sahamnya di pasar keungan Indonesia.

Tekanan eksternal yang mulai berkurang kemungkinan mampu mendorong kurs rupiah kembali stabil di awal tahun 2016. Sementara manfaat dari stimulus fiskal, pelonggaran kebijakan moneter, dan percepatan realisasi belanja modal pemerintah, akan mendongkrak penguatan nilai tukar rupiah di semester kedua 2016.

Pada asumsi awal BI, dan juga asumsi yang tertuang di APBN 2016, BI memprediksi nilai tukar rupiah tahun ini sebesar Rp13.900/US$. Sementara BI mentargetkan laju inflasi sebesar 4,3% dan asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 hingga 5,6%.

Jumat, 22 Januari 2016

HARGA MINYAK ANJLOK, INI MOMEN TEPAT MUSNAHKAN PREMIUM














SAVE - Faisal Basri, Ekonom Universitas Indonesia (UI) menilai, hargaminyak dunia yang mengalami penurunan di indeks pasar global bisa dijadikan momentum yang tepat untuk menghilangkan bahan baker minyak (BBM) jenis premium.

Menurut Faizal, pergerakan harga minyak dunia untuk west texas intermediate (WTI) hari ini berada di sekitar US$29,87/barel dan untuk minyak mentah brent sebesar US$29,25/barel. Posisi tersebut merupakan terendah sejak 12 tahun terakhir.

Namun kita tidak sepenuhnya menikmati penurunan harga minyak dunia, sebab meskipun sudah diturunkan harga premium saat ini Rp7.050. Itu premium RON 88, ucapnya, Jumat (22/1/2016).

Sementara, di Malaysia harga BBM berkadar RON 95 hanya Rp5.916/liter. Jadi tidak masuk akal jika premium yang kadar RON-nya lebih rendah dihargai lebih mahal di banding RON 95 di Malaysia.

Oleh karena itu, inilah saat yang  tepat untuk menghilangkan premium dan berpindah ke pertamax dengan harga yang lebih murah dari premium saat ini.

SIANG INI IHSG MEMBAIK, RUPIAH DI Rp13.800-AN

SAVE - Nilai tukar rupiah pada perdagangan siang hari ini terus mengalami tren penguatan terhadap dolar AS sejak sesi pembukaan di sekitar Rp13.800-an, hal ini juga diikuti oleh membaiknya laju IHSG.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah siang ini berada di posisi Rp13.863/US$. Angka ini menguat sebesar 43 poin jika dibnadingkan dengan penutupan kemarin sore di posisi Rp13.906/US$.

Dan tercatat oleh data Yahoo Finance, posisi rupiah saat ini berada di Rp13.875/US$, sementara pergerakan setiap harinya berada di sekitar posisi Rp13.850 hingga Rp13.880/US$. Angka tersebut membaik 45 poin dari posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya di Rp13.905/US$.

Berdasarkan Jisdor BI rate, hingga siang ini rupiah masih membaik di posisi Rp13.874/US$, dibandingkan dengan posisi sebelumnya di Rp13.899/US$.

Sementara IHSG pada perdagangan sesi I membaik sejak pembukaan pagi tadi di zona hijau dengan kenaikan 36,21 poin atau 0,82% menjadi 4.450,34, dan ditutup naik 10,21 poin atau 0,23% menjadi 4.424,33.