SAVE - Hingga sore ini, pergerakan IHSG masih terus berada di
zona merah hingga jatuh lebih dari 2%.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek
Indonesia (BEI), Kamis (24/11/2016), laju IHSG mengalami penurunan sebesar
105,722 poin atau 2,03% ke posisi 5.106,274. Sedangkan indeks LQ54 berada di
posisi 850.900, angka ini turun 22,080 poin atau 2,50%.
Pergerakan IHSG sempat
menyentuh posisi tertingginya di 5.194, dan posisi terendah IHSG berada di
5.103.
Frekuensi saham yang ditransaksikan ada sebanyak 265.523 kali dengan
total volume perdagangan sebanyak 9,705 miliar saham senilai Rp6,115 triliun. Dan
tercatat adanya dana asing yang keluar dari dalam negeri sebanyak Rp408,271
miliar.
Ada sebanyak 9 sektor yang mengalami pelemahan. Sementara sektor
infrastruktur memimpin pelemahan indeks sore ini sebesar 2,91%.
Kamis, 24 November 2016
IHSG TURUN 63,39 POIN, RUPIAH MELAMAH 38 POIN
SAVE - Pada perdagangan sesi I siang ini, pergerakan IHSG
kembali mengalami penurunan ke jalur negatif. Penurunan yang dialami IHSG
mencapai sebesar 63,39 poin atau 1,22% menjadi 5.148,60.
Selain itu, ada sebanyak 370 saham yang diperdagngkan, 89 saham meningkat, 190 saham menurun, dan 91 saham lainnya stagnan. Mayoritas indeks sektoral mengalami kejatuhan dengan sektor finansial -2,04%, seiring pelemahan indeks. Sedangkan sektor yang mengalami kenaikan yaitu sektor perkebunan yang naik 1,64%.
Sementara, siang ini nilai tukar rupiah terlihat bergerak melemah terhadap dolar AS. berdasarkan data Bloomberg, rupiah bergerak di posisi Rp13.528/US$, angka ini menurun sebesar 38 poin atau 0,28%.
Penurunan yang dialami oleh IHSG dan rupiah ini disebabkan oleh faktor global, terutama dari Amerika Serikat dimana beberapa data ekonomi AS menunjukan perbaikan, hal ini membuat mayoritas anggota komite menyetujui kenaikan suku bunga acuan The Fed. Selain itu, kondisi ini juga membuat laju indeks USD kembali reli.
Selain itu, ada sebanyak 370 saham yang diperdagngkan, 89 saham meningkat, 190 saham menurun, dan 91 saham lainnya stagnan. Mayoritas indeks sektoral mengalami kejatuhan dengan sektor finansial -2,04%, seiring pelemahan indeks. Sedangkan sektor yang mengalami kenaikan yaitu sektor perkebunan yang naik 1,64%.
Sementara, siang ini nilai tukar rupiah terlihat bergerak melemah terhadap dolar AS. berdasarkan data Bloomberg, rupiah bergerak di posisi Rp13.528/US$, angka ini menurun sebesar 38 poin atau 0,28%.
Penurunan yang dialami oleh IHSG dan rupiah ini disebabkan oleh faktor global, terutama dari Amerika Serikat dimana beberapa data ekonomi AS menunjukan perbaikan, hal ini membuat mayoritas anggota komite menyetujui kenaikan suku bunga acuan The Fed. Selain itu, kondisi ini juga membuat laju indeks USD kembali reli.
Rabu, 23 November 2016
RUPIAH ANJLOK HINGGA 49 POIN
SAVE - Pada perdagangan di pasar spot, Rabu (23/11/2016), pergerakan
nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali mengalami pelemahan sebesar 15
poin atau 0,11% ke posisi Rp13.458/US$.
Berdasarkan kurs Jisdor BI, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.473/US$, angka ini terdepresiasi hingga 45 poin atau 0,37% dibandingkan dengan posisi perdagangan sebelumnya di Rp13.424/US$.
Pelemahan yang dialami rupiah ini akibat kondisi politik yang masih memanas jelang Pilgub DKI Jakarta dan membaiknya data perumahan AS sehingga mambuat dolar AS kembali bergerak rally.
Penguatan dolar AS hari ini didorong oleh data perumahan AS yang menunjukan positif, serta ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga The Fed pada Desember mendatang dan tahun depan.
Hari ini, pergerakan indeks USD mengalami penguatan sebesar 100,98 DXY terhadap sekeranjang mata uang, dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya yang berada di posisi 100,65. Kenaikan ini merupakan tertinggi sejak April 2003.
Berdasarkan kurs Jisdor BI, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.473/US$, angka ini terdepresiasi hingga 45 poin atau 0,37% dibandingkan dengan posisi perdagangan sebelumnya di Rp13.424/US$.
Pelemahan yang dialami rupiah ini akibat kondisi politik yang masih memanas jelang Pilgub DKI Jakarta dan membaiknya data perumahan AS sehingga mambuat dolar AS kembali bergerak rally.
Penguatan dolar AS hari ini didorong oleh data perumahan AS yang menunjukan positif, serta ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga The Fed pada Desember mendatang dan tahun depan.
Hari ini, pergerakan indeks USD mengalami penguatan sebesar 100,98 DXY terhadap sekeranjang mata uang, dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya yang berada di posisi 100,65. Kenaikan ini merupakan tertinggi sejak April 2003.
Senin, 21 November 2016
LAJU IHSG DIPERKIRAKAN BERGERAK DISEKITAR POSISI 5078-5.267
SAVE - Pada perdagangan hari
ini, Senin (21/11/2016), pergerakan IHSG diperkirakan akan berada di sekitar
posisi 5.078 hingga 5.267. Sementara pada penutupan akhir pakan kemarin, IHSG
menutup akhir pekan kemarin dengan prestasi kenaikan sebesar 1,06% dibandingkan
dengan penutupan awal pekan.
Hal tersebut menunjukan bahwa potensi pergerakan naik IHSG masih cukup besar di tengah terjadinya capital outflow yang masih terjadi serta fluktuasi harga komoditas yang masih memberikan pengaruh terhadap pola gerak pasar.
Selain itu, pola gerak pasar juga ditunjukan oleh rilis data perekonomian yang masih stabil sehingga mampu mendorong pola kenaikan laju IHSG. Saat ini posisi support yang masih terjaga cukup kuat berada di 5.078 dengan target resistance yang berada di 5.267.
Hari ini pergerakan IHSG kemungkinan masih akan mengalami penguatan.
Hal tersebut menunjukan bahwa potensi pergerakan naik IHSG masih cukup besar di tengah terjadinya capital outflow yang masih terjadi serta fluktuasi harga komoditas yang masih memberikan pengaruh terhadap pola gerak pasar.
Selain itu, pola gerak pasar juga ditunjukan oleh rilis data perekonomian yang masih stabil sehingga mampu mendorong pola kenaikan laju IHSG. Saat ini posisi support yang masih terjaga cukup kuat berada di 5.078 dengan target resistance yang berada di 5.267.
Hari ini pergerakan IHSG kemungkinan masih akan mengalami penguatan.
Jumat, 18 November 2016
MINYAK DUNIA JATUH TERIMBAS PENGUATAN USD
SAVE - Hari ini, harga minyak mentah
dunia tercatat mengalami penurunan di tangah menguatnya USD. Sedangkan rencana
OPEC diyakini akan memperkuat kesepakatan mengenai pemangkasarn produksi dalam
upaya menjaga pasokan Internasional.
Berdasarkan dari Reuters, Jumat (18/11/2016), hari ini harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) berada di posisi US$44,89, angka ini mengalami penurunan sebesar 53 sen atau 1,17%. Sedangkan harga minyak mentah Brent turun sebesar 46 sen atau 0,99%.
Pergerakan USD yang mengalami penguatan membuat harga minyak berada di bawah tekanan, sebab pembeli yang memiliki uang mata uang berbeda akan membeli minyak lebih mahal dari sebelumnya.
Ini membuat para pelaku pasar akan mencoba kembali melakukan keseimbangan di akhir pekan.
Sementara, pergerakan USD yang mengalami penguatan hingga pencapai posisi tertinggi dalam 13 tahun lebih terjadi setelah Gubernur The Fed, Janet Yellen memberikan sinyal kuat mengenai kenaikan suku bunga acuan di Desember mendatang.
Berdasarkan dari Reuters, Jumat (18/11/2016), hari ini harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) berada di posisi US$44,89, angka ini mengalami penurunan sebesar 53 sen atau 1,17%. Sedangkan harga minyak mentah Brent turun sebesar 46 sen atau 0,99%.
Pergerakan USD yang mengalami penguatan membuat harga minyak berada di bawah tekanan, sebab pembeli yang memiliki uang mata uang berbeda akan membeli minyak lebih mahal dari sebelumnya.
Ini membuat para pelaku pasar akan mencoba kembali melakukan keseimbangan di akhir pekan.
Sementara, pergerakan USD yang mengalami penguatan hingga pencapai posisi tertinggi dalam 13 tahun lebih terjadi setelah Gubernur The Fed, Janet Yellen memberikan sinyal kuat mengenai kenaikan suku bunga acuan di Desember mendatang.
Kamis, 17 November 2016
PENYEBAB RUPIAH MELEMAH
SAVE - Pergerakan nilai tukar rupiah yang terus mengalami
pelemahan hingga berada di bawah posisi Rp13.000 ini tidak lepas dari sentimen
negatif yang berasal dari pasar setelah kemenangan Donald Trump dalam pemilu
AS.
Untuk mengurangi risiko pelemahan rupiah terhadap dolar AS, yaitu dengan cara mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap barang impor. Lantaran dengan mengimpor barang, artinya dolar AS keluar dari Indonesia dan membuat likuiditas di dalam negeri menjadi lebih sedikit. Hal tersebutlah yang menyebabkan nilai tukar rupiah melemah.
Selain itu, langkah yang baik yang perlu diambil yaitu tetap mengarahkan substitusi impor.
Impor utama yang harus ditekan adalah pangan, sebab produksi pangan masih dapat digenjot untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.
Namun, pelemahan yang dialami rupiah ini kemungkinan hanya berlangsung sebentar, dan hari ini pergerakan rupiah mulai membaik. Di tambah membaiknya fundamentah ekonomi dalam negeri saat ini.
Untuk mengurangi risiko pelemahan rupiah terhadap dolar AS, yaitu dengan cara mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap barang impor. Lantaran dengan mengimpor barang, artinya dolar AS keluar dari Indonesia dan membuat likuiditas di dalam negeri menjadi lebih sedikit. Hal tersebutlah yang menyebabkan nilai tukar rupiah melemah.
Selain itu, langkah yang baik yang perlu diambil yaitu tetap mengarahkan substitusi impor.
Impor utama yang harus ditekan adalah pangan, sebab produksi pangan masih dapat digenjot untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.
Namun, pelemahan yang dialami rupiah ini kemungkinan hanya berlangsung sebentar, dan hari ini pergerakan rupiah mulai membaik. Di tambah membaiknya fundamentah ekonomi dalam negeri saat ini.
IHSG BALIK ARAH KE ZONA MERAH, RUPIAH MASIH BELUM PULIH
SAVE - Pada perdagangan sesi I siang ini, pergerakan nilai
tukar rupiah terhadap dolar AS masih terlihan lesu. Hal ini terjadi seiring dengan
laju IHSG yang turun ke zona merah.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah siang ini berada di posisi Rp13.390/US$, angka ini terlihat masih belum menguat dibandingkan dengan posisi sebelumnya di Rp13.345/US$. Siang ini data Bloomberg mencatat pergerakan rupiah siang ini berada di sekitar posisi Rp13.365 hingga Rp13.436/US$.
Sedangkan IHSG sendiri pada sesi I siang ini bergerak balik arah ke zona merah dengan penurunan sebesar 1,82 poin atau 0,04% ke posisi 5.183,65.
Siang ini sektor seluruh sektor saham dalam negeri bergerak variatif. Sektor yang mengalami penguatan tertinggi dialami oleh infrastruktur yang naik sebesar 1,03%, dan sektor yang mengalami pelemahan terdalam yaitu pertambangan yang turun 1,22%.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat ada sebesar Rp2,61 triliun dengan 5,07 miliar saham yang diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp88,56 miliar dengan aksi jual asing yang mencapai Rp850,56 miliar dan aksi beli sebesar Rp761,49 miliar. Tercatat ada sebanyak 355 saham yang diperdagangkan, 129 saham menguat, 127 saham melemah, dan 99 saham lainnya stagnan.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah siang ini berada di posisi Rp13.390/US$, angka ini terlihat masih belum menguat dibandingkan dengan posisi sebelumnya di Rp13.345/US$. Siang ini data Bloomberg mencatat pergerakan rupiah siang ini berada di sekitar posisi Rp13.365 hingga Rp13.436/US$.
Sedangkan IHSG sendiri pada sesi I siang ini bergerak balik arah ke zona merah dengan penurunan sebesar 1,82 poin atau 0,04% ke posisi 5.183,65.
Siang ini sektor seluruh sektor saham dalam negeri bergerak variatif. Sektor yang mengalami penguatan tertinggi dialami oleh infrastruktur yang naik sebesar 1,03%, dan sektor yang mengalami pelemahan terdalam yaitu pertambangan yang turun 1,22%.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat ada sebesar Rp2,61 triliun dengan 5,07 miliar saham yang diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp88,56 miliar dengan aksi jual asing yang mencapai Rp850,56 miliar dan aksi beli sebesar Rp761,49 miliar. Tercatat ada sebanyak 355 saham yang diperdagangkan, 129 saham menguat, 127 saham melemah, dan 99 saham lainnya stagnan.
Langganan:
Postingan (Atom)






