SAVE - Saat ini Undang-undang Tax
Amnesty atau Pengampunan Pajak sudah disahkan. Hal ini kemungkinan akan
membuat ratusan triliun rupiah masuk ke Indonesia. Otoritas Bursa Efek
Indonesia (BEI) juga memperkirakan, pasar modal kemungkinan bisa menampung masuknya
dan Tax Amnesty hingga Rp440 triliun.
Kabar ini menjadi sentimen positif bagi pasar saham. Dan pergerakan IHSG
mengalami kenaikan tinggi hingga mencapai posisi 5.000.
Menurut David Sumual,
Ekonom PT Bank Central Asia (BBCA), aliran dana Tax Amnesty akan membuat nilai tukar rupiah mengalami penguatan dan
dolar AS menurun.
Penguatan rupiah ini kemungkinan bisa mencapai posisi
tertinggiya di Rp12.500, atau di bawah Rp13.000.
Meski demikain, beliau
mengatakan, pergerakan rupiah tidak mungkin dibiarkan menguat tajam. Bank
Indonesia (BI) selaku otoritas moneter akan menjaga kestabilan nilai tukar
rupiah.
Berdasarkan data perdagangan Reuters,
Kamis (30/6/2016), sore ini pergerakan kurs dolar AS berada di posisi Rp13.170,
angka tersebut menguat jika dibandingkan dengan posisi pembukaan pagi tadi
Rp13.145.
Kamis, 30 Juni 2016
PROSPEK PASOKAN MINYAK STABIL, HARGA MINYAK MENURUN
SAVE - Pada perdagangan hari ini, Kamis (30/6/2016), harga minyakdunia mengalami penurunan akibat kekhawatiran terhadap buruh di Norwegia sudah
berakhir dan perundingan di Nageria, antara pihak pemerintah dan pemberontak
membuat produksi minyak membaik.
Berdasarkan dari Reuters, Kamis (30/6/2016), pada 01.26 GMT, harga minyak berjangka Internasional Brent diperdagangkan dengan mengalami penurunan 51 sen atau 1% menjadi US$50,10/barel. Sedangkan di AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) menurun 38 sen atau 0,76% menjadi US$49,50/barel.
Para pedagang mengatakan harga yang lebih rendah disebabkan karena dari pandangan pasokan membaik. Dan kekhawatiran terhadap pemogokan pekerja migas saat ini sedang dalam penyelesaian.
Sahah satu produsen minyak dunia juga melakukan perundingan damai, Nigeria. Akibat adanya aksai kekerasan membuat infrastruktur minyak anjlok hingga 600.000 barel dalam sehari sepanjang Januari dan pertengahan Juni, dimana sebelumnya mencapai 1,25 juta bph.
“Jika gencatan senjata ini masih akan berlanjut akan membuka jalan bagi output yang lebih tinggi, pemerintah optimistis produksi minyak akan kembali normal pada akhir Juli,” ucap Goldman Sachs, meski mewaspadai adanya kepastian terjadinya kembali serangan. Sebelum ada gangguan keamanan, bahkan produksi minyak di Negeria mencapai 2 juta barel setia harinya.
Gangguan produksi akibat kebakaran hutan Kanada sejak Mei, yang mencapai hingga sekitar 1,5jura barel setiap harinya, akan kembali stabil dalam beberapa bulan mendatang.
Berdasarkan dari Reuters, Kamis (30/6/2016), pada 01.26 GMT, harga minyak berjangka Internasional Brent diperdagangkan dengan mengalami penurunan 51 sen atau 1% menjadi US$50,10/barel. Sedangkan di AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) menurun 38 sen atau 0,76% menjadi US$49,50/barel.
Para pedagang mengatakan harga yang lebih rendah disebabkan karena dari pandangan pasokan membaik. Dan kekhawatiran terhadap pemogokan pekerja migas saat ini sedang dalam penyelesaian.
Sahah satu produsen minyak dunia juga melakukan perundingan damai, Nigeria. Akibat adanya aksai kekerasan membuat infrastruktur minyak anjlok hingga 600.000 barel dalam sehari sepanjang Januari dan pertengahan Juni, dimana sebelumnya mencapai 1,25 juta bph.
“Jika gencatan senjata ini masih akan berlanjut akan membuka jalan bagi output yang lebih tinggi, pemerintah optimistis produksi minyak akan kembali normal pada akhir Juli,” ucap Goldman Sachs, meski mewaspadai adanya kepastian terjadinya kembali serangan. Sebelum ada gangguan keamanan, bahkan produksi minyak di Negeria mencapai 2 juta barel setia harinya.
Gangguan produksi akibat kebakaran hutan Kanada sejak Mei, yang mencapai hingga sekitar 1,5jura barel setiap harinya, akan kembali stabil dalam beberapa bulan mendatang.
Rabu, 29 Juni 2016
GEJOLAK BREXIT BIKIN PASAR ASIA MENARIK
SAVE - Saat ini pasar keuangan dunia tengah diguncang isu Brexit
atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Akibat isu tersebut banyak aliran dana
yang keluar dari Uni Eropa dan sekitarnya.
Aliran dana tersebut sebagian besar telah mengalir ke pasar saham Asia, termasuk Indonesia.
“Bisa dibuktikan, yang menarik pasar Eropa menurun, kita (BEI) tiga hari terakhir asing selalu melakukan net buy (beli bersih). Pada hari pertama sebanyak Rp600 miliar, kedua Rp800 miliar, dan yang ketiga Rp400 hingga Rp500 miliar. Hari ini pasar kembali mengalami kenaikan. Justru pasar Asia jadi menarik,” ucap Tito Sulistio, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (29/6/2016).
Sebelumnya, pasar saham Asia juga sempat mengalami kekhawatiran jual akibat Brexit. Namun hal tersebut hanya berlangsung sementara.
“Iya psikologis, semua menahan diri, sebab semua orang ingin uangnya ditempat yang aman, safe haven. Emas kan lebih aman, harga minyak bergejolak, pasar modal dia lihat stock picking dimana, Indonesia banyak perusahaan consumer bagus dianggap aman,” ucapnya.
Jika dilihat Indonesia dan South Eash Asia tidak banyak memberikan pengaruh. Indonesia positif dengan Inggris, mestinya tidak ada permasalahan.
Aliran dana tersebut sebagian besar telah mengalir ke pasar saham Asia, termasuk Indonesia.
“Bisa dibuktikan, yang menarik pasar Eropa menurun, kita (BEI) tiga hari terakhir asing selalu melakukan net buy (beli bersih). Pada hari pertama sebanyak Rp600 miliar, kedua Rp800 miliar, dan yang ketiga Rp400 hingga Rp500 miliar. Hari ini pasar kembali mengalami kenaikan. Justru pasar Asia jadi menarik,” ucap Tito Sulistio, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (29/6/2016).
Sebelumnya, pasar saham Asia juga sempat mengalami kekhawatiran jual akibat Brexit. Namun hal tersebut hanya berlangsung sementara.
“Iya psikologis, semua menahan diri, sebab semua orang ingin uangnya ditempat yang aman, safe haven. Emas kan lebih aman, harga minyak bergejolak, pasar modal dia lihat stock picking dimana, Indonesia banyak perusahaan consumer bagus dianggap aman,” ucapnya.
Jika dilihat Indonesia dan South Eash Asia tidak banyak memberikan pengaruh. Indonesia positif dengan Inggris, mestinya tidak ada permasalahan.
IHSG MELONJAK 1,39% PADA REHAT SIANG INI
SAVE - Pada penutupan perdagangan sesi I siang ini, IHSG berakhir
membaik di zona hijau. IHSG ditutup naik 1,39%.
Pada perdagangan sesi I siang ini, Rabu (29/6/2016), IHSG ditutup di posisi 4.950,188, angka tersebut mengalami kenaikan 23,81 poin atau 0,49%. Sedangkan untuk indeks LQ45 ditutup naik 14,973 poin atau 1,80% menjadi 848.825.
Seluruh saham mengalami penguatan. Sektor industri dasar mencatatkan kenaikan tertinggin sebesar 2,22% diikuti oleh sektor manufaktur sebesar 1,81% dan sektor consumer goods sebesar 1,80%.
Ada sebanyak 194 saham meningkat, 84 saham menurun, dan 72 saham lainnya stagnan. Frekuensi saham yang ditransaksikan ada sebanyak 139.844 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 4,697 miliar saham senilai Rp10,295 triliun. Dan dana asing yang masuk ke dalam negeri tercatat mencapai Rp848,374 miliar.
Nilai transaksi saham yang mengalami kenaikan tinggi hingga siang ini seiring dengan adanya crossing saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp6,6 triliun.
Sementara di pasar uang, dolar AS mengalami penguatan terhadap rupiah. Berdasarkan data perdagangan Reuters, siang ini dolar AS berada di posisi Rp13.161, angka ini menguat dibandingkan dengan posisi pembukaan pagi tadi di Rp13.132.
Pada perdagangan sesi I siang ini, Rabu (29/6/2016), IHSG ditutup di posisi 4.950,188, angka tersebut mengalami kenaikan 23,81 poin atau 0,49%. Sedangkan untuk indeks LQ45 ditutup naik 14,973 poin atau 1,80% menjadi 848.825.
Seluruh saham mengalami penguatan. Sektor industri dasar mencatatkan kenaikan tertinggin sebesar 2,22% diikuti oleh sektor manufaktur sebesar 1,81% dan sektor consumer goods sebesar 1,80%.
Ada sebanyak 194 saham meningkat, 84 saham menurun, dan 72 saham lainnya stagnan. Frekuensi saham yang ditransaksikan ada sebanyak 139.844 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 4,697 miliar saham senilai Rp10,295 triliun. Dan dana asing yang masuk ke dalam negeri tercatat mencapai Rp848,374 miliar.
Nilai transaksi saham yang mengalami kenaikan tinggi hingga siang ini seiring dengan adanya crossing saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp6,6 triliun.
Sementara di pasar uang, dolar AS mengalami penguatan terhadap rupiah. Berdasarkan data perdagangan Reuters, siang ini dolar AS berada di posisi Rp13.161, angka ini menguat dibandingkan dengan posisi pembukaan pagi tadi di Rp13.132.
BI: PERGERAKAN RUPIAH LEBIH BERGATUNG PADA AS DAN CHINA, DIBANDING BREXIT
SAVE - Pergerakan nilai tukar rupiah ini dinilai lebih bergantung
terhadap kondisi ekonomi AS dan China dibandingkan dengan peristiwa Inggris
yang keluar dari Uni Eropa atau Brexit. Meski sempat mengalami penurunan
setelah keputusan Brexit, namun saat ini rupiah kembali menguat.
“Pasar keuangan Indonesia, pergerakan rupiah ini lebih bergantung terhadap kebijakan The Fed dan China, dibandingkan dengan kebijakan di Inggris,” jelas Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Mirza Adhitiaswara.
Beberapa bulan yang lalu, Bank sentral AS atau The Fed menaikan tingkat suku bunga acuannya. Hal tersebut menyebabkan nilai tukar rupiah mengalami pelemahan cukup dalam. Selain itu, China yang juga sengaja melakukan depresiasi terhadap mata uangnya.
“Pada saat The Fed menaikan suku bunga yang kedua, juga terjadi pelemahan kurs,” ucapnya.
Hal tersebut membuat BI akan lebih memantau kebijakan yang akan ditempuh oleh kedua negara tersebut. Khususnya AS yang dikabarkan akan kembali menaikan suku bunganya pada Juli mendatang.
“Pada waktu Brexit juga, Yellen, Gubernur The Fed menyatakan bahwa AS sangat memperhatikan Brexit dan mereka akan lebih berhati-hati. Jadi kenaikan suku bunga The Fed di tahun ini, kemungkinan sangat kecil. Ada kemungkinan naik, namun sangat kecil, jadi kemungkinan akan naik di tahun 2017,” tutup Mirza.
“Pasar keuangan Indonesia, pergerakan rupiah ini lebih bergantung terhadap kebijakan The Fed dan China, dibandingkan dengan kebijakan di Inggris,” jelas Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Mirza Adhitiaswara.
Beberapa bulan yang lalu, Bank sentral AS atau The Fed menaikan tingkat suku bunga acuannya. Hal tersebut menyebabkan nilai tukar rupiah mengalami pelemahan cukup dalam. Selain itu, China yang juga sengaja melakukan depresiasi terhadap mata uangnya.
“Pada saat The Fed menaikan suku bunga yang kedua, juga terjadi pelemahan kurs,” ucapnya.
Hal tersebut membuat BI akan lebih memantau kebijakan yang akan ditempuh oleh kedua negara tersebut. Khususnya AS yang dikabarkan akan kembali menaikan suku bunganya pada Juli mendatang.
“Pada waktu Brexit juga, Yellen, Gubernur The Fed menyatakan bahwa AS sangat memperhatikan Brexit dan mereka akan lebih berhati-hati. Jadi kenaikan suku bunga The Fed di tahun ini, kemungkinan sangat kecil. Ada kemungkinan naik, namun sangat kecil, jadi kemungkinan akan naik di tahun 2017,” tutup Mirza.
Selasa, 28 Juni 2016
RUPIAH MENGUAT TERHADAP DOLAR AS, POUNDSTERLING DAN EURO
SAVE - Hari ini, pergerakan nilai tukar rupiah mulai menggeliat. Nilai
tukar rupiah mengalami penguatan terhadap beberapa mata uang negara lainnya
seperti dolar AS, poundsterling dan juga euro.
Berdasarkan dari data perdagangan Reuters, Selasa (28/6/2016), sore ini pergerakan dolar AS mengalami pelemahan terhadap rupiah. Dolar AS mencapai posisi terendahnya sore ini di Rp13.135.
Sebelumnya, pagi tadi dolar AS masih berada di posisi Rp13.335.
Hingga pukul 15.44 WIB, dolar AS berada di posisi Rp13.170. Jika diakumulasikan, mata uang Paman Sam ini sudah mengalami pelemahan sebesar 165 poin atau sekitar 1,24%.
Sedangkan terhadap mata uang poundsterling, mata uang Garuda juga menguat.
Pada pembukaan pagi tadi, poundsterling berada di posisi Rp17.640. Sore, ini mata uang Britania Raya ini menyentuh ke posisi Rp17.556. Dan posisi terendahnya hari ini berada di Rp17.492.
Selain terhadap dolar AS dan poundsterling, rupiah juga menguat terhadap euro.
Pagi tadi euro dibuka di posisi Rp14.682. Pada sore ini, nilai tukar euro mengalami pelemahan terhadap rupiah dan bergerak menurun ke level Rp14.587. Euro menyentuh posisi terendahnya hari ini di Rp14.565.
Berdasarkan dari data perdagangan Reuters, Selasa (28/6/2016), sore ini pergerakan dolar AS mengalami pelemahan terhadap rupiah. Dolar AS mencapai posisi terendahnya sore ini di Rp13.135.
Sebelumnya, pagi tadi dolar AS masih berada di posisi Rp13.335.
Hingga pukul 15.44 WIB, dolar AS berada di posisi Rp13.170. Jika diakumulasikan, mata uang Paman Sam ini sudah mengalami pelemahan sebesar 165 poin atau sekitar 1,24%.
Sedangkan terhadap mata uang poundsterling, mata uang Garuda juga menguat.
Pada pembukaan pagi tadi, poundsterling berada di posisi Rp17.640. Sore, ini mata uang Britania Raya ini menyentuh ke posisi Rp17.556. Dan posisi terendahnya hari ini berada di Rp17.492.
Selain terhadap dolar AS dan poundsterling, rupiah juga menguat terhadap euro.
Pagi tadi euro dibuka di posisi Rp14.682. Pada sore ini, nilai tukar euro mengalami pelemahan terhadap rupiah dan bergerak menurun ke level Rp14.587. Euro menyentuh posisi terendahnya hari ini di Rp14.565.
DOLAR AS TERUS BERGERAK TURUN
SAVE - Pergerakan kurs dolar AS terus mengalami pelemahan terhadap
rupiah.
Hari ini, mata uang Paman Sam ini menyentuh posisi barunya di Rp13.100.
Mengutip data perdagangan Reuters, Selasa (28/6/2016), sore ini pergerakan dolar AS mengalami penurunan di sekitar posisi Rp13.100.
Sedangkan pagi tadi, dolar AS dibuka di posisi Rp13.335, angka tersebut menguat tipis 2 poin dari posisi penutupan perdagangan sore kemarin di Rp13.333.
Secara perlahan, laju dolar AS terus bergerak menurun hingga mencapai posisi terendahnya di Rp13.135.
Jika dilihat secara year to date (ytd), pergerakan dolar AS masih melemah terhadap rupiah sebesar 4,8%.
Hari ini, mata uang Paman Sam ini menyentuh posisi barunya di Rp13.100.
Mengutip data perdagangan Reuters, Selasa (28/6/2016), sore ini pergerakan dolar AS mengalami penurunan di sekitar posisi Rp13.100.
Sedangkan pagi tadi, dolar AS dibuka di posisi Rp13.335, angka tersebut menguat tipis 2 poin dari posisi penutupan perdagangan sore kemarin di Rp13.333.
Secara perlahan, laju dolar AS terus bergerak menurun hingga mencapai posisi terendahnya di Rp13.135.
Jika dilihat secara year to date (ytd), pergerakan dolar AS masih melemah terhadap rupiah sebesar 4,8%.
Langganan:
Postingan (Atom)






