SAVE - Pada perdagangan hari ini, bursa saham China mengalami penurunan hingga mencapai 4%, hal ini di tengah mixednya pasar saham Asia, dan kenaikan lanjutan indeks Jepang pada pekan sebelumnya. Pada minggu ini pergerakan pasar kemungkinan masih akan mengalami bumpy, seiring dengan dirilisnya data-data ekonomi dari beberapa negara lainnya.
Hari ini pembukaan pasar China berada di zona negatif, dengan indeks utama shanghai menurun 4,07% dementara indeks Shenzhen tergelincir 5,7%.
"Nampaknya pasar sudah bersiap untuk menghadapi minggu yang volatif seiring dengan rilis data ekonomi global yang membuat paasar bersiap untuk mengalkulasi kembali pertumbuhan," tulis analis pasar di IG, Angus Nicholson, Senin, (29/2/2016).
Sementara indeks Jepang,Nikkei mengalami kenaikan 0,4, setelah sempat mengalamikenaikan sebanyak 1,5%. Minggu lalu, indeks berhasil mencatat kenaikan sekitar 1,39%.
Sementara di Kore Selatan, indeks kospi mengalami kenaikan sebesar 0,25%, indeks Hang Seng Hong Kong menurun 0,59%. Sedangkan untuk indeks Australia ASX 200 meningkat 0,72%, dengan sebagian besar dari sektor pendapatan keuntungan, yang dipimpin oleh sektor keuangan yang naik 0,72%.
Selain itu, pada minggu ini beberapa data ekonomi akan diluncurkan seperti angka produksi industri Jepang pada kuartal IV, data domestik bruto (PDB) Autralia dan data aktivitas pabrik China. Kemudian, juga ada data penjualan rutel Jepang Januari.
Senin, 29 Februari 2016
Jumat, 26 Februari 2016
AKIBAT BANYAKNYA DANA ASING YANG MASUK, DOLAR AS MEROSOT KE LEVEL Rp13.355
SAVE - Siang ini, pergerakan kurs dolar AS mengalami pelemahan terhadap rupiah. Hal ini disebabkan karena adanya dana asing yang masuk ke dalam negeri dan membuat mata uang rupiah ini menguat.
Melansir data perdagangan Reuters, Jumat (26/2/2016), pagi tadi dolar AS berada di posisi Rp13.396, angka tersebut menguat dibandingkan dengan posisi kemarin sore di Rp13.377.
Penguatan The Greenback hanya pada awal perdagangan saja. Namun menjelang sore ini setelah banyaknya dana asing yang masuk ke dalam pasar saham, laju dolar AS mendadak lesu.
Hari ini posisi terendah dolar AS berada di sekitar Rp13.355.
Sore ini, investor asing tercatat melakukan transaksi beli bersih (foreign net buy) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar Rp194,7 miliar. Dan beberapa saham perbankan yang jadi incaran.
AKHIR PEKAN HARGA EMAS ANTAM kembali naik Rp4.000/GRAM
SAVE - Pada perdagangan hari ini, harga emas batangan atau Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menjual harga emas dengan dibuka naik Rp4.000/gram. Sementara harga buyback mengalami kenaikan sebesar Rp6.000/gram.
Berdasarkan situs perdagangan Logam Mulia antam, Jumat (26/2/2016), hari ini harga emas batangan pecahan 1 gram dibuka berada di posisi Rp571.000/gram, angka tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp4.000/gram jika dibandingkan dengan posisi perdagangan kemarin di Rp567.000/gram.
Sementara untuk harga pembelian kembali atau buyback oleh emiten berkode ANTM berada di Rp523.000/gram, angka tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp6.000/gram dari posisi perdagangan hari sebelumnya di Rp517.000/gram.
Berikut ini merupakan daftar harga emas Antam hari ini:
-500 gram Rp265.800.000
-250 gram Rp133.000.000
-100 gram Rp53.250.000
-50 gram Rp26.650.000
-25 gram Rp13.350.000
-10 gram Rp5.370.000
-5 gram Rp2.710.000
-1 gram Rp571.000
Berdasarkan situs perdagangan Logam Mulia antam, Jumat (26/2/2016), hari ini harga emas batangan pecahan 1 gram dibuka berada di posisi Rp571.000/gram, angka tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp4.000/gram jika dibandingkan dengan posisi perdagangan kemarin di Rp567.000/gram.
Sementara untuk harga pembelian kembali atau buyback oleh emiten berkode ANTM berada di Rp523.000/gram, angka tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp6.000/gram dari posisi perdagangan hari sebelumnya di Rp517.000/gram.
Berikut ini merupakan daftar harga emas Antam hari ini:
-500 gram Rp265.800.000
-250 gram Rp133.000.000
-100 gram Rp53.250.000
-50 gram Rp26.650.000
-25 gram Rp13.350.000
-10 gram Rp5.370.000
-5 gram Rp2.710.000
-1 gram Rp571.000
Kamis, 25 Februari 2016
BI: INFLASI DIPREDIKSI AKAN BERADA DI 4%, PELUANG PENURUNAN BI RATE MASIH ADA
SAVE - Bank Indonesia (BI) melihat pergerakan inflasi di tahun ini akan rendah di sekitar angka 4%. Oleh karena itu, suku bunga BI rate masih memiliki ruang untuk kembali diturunkan.
"Outlook inflasi kita masih terlihat bagus. Jadi ruang penurunan BI rate masih ada. 4% itu memang dari outlook. Tentu saja ruang itu masih ada," jelas Direktur Eksetutif, Departemen Riset dan Kebijakan Moneter BI, Juda Agung, Kamis (25/2/2016).
Besaran BI rate saat ini yaitu 7%, dan sudah mengalami dua kali penurunan selama awal tahun ini.
Selain itu, beliau juga mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga ikut masuk dalam kompetitif, jika dilihat dari tingkat nilai tukar riil (real exchange rate/RER).
Sementara dengan arus modal asing yang masuk ke dalam negeri, BI masih tetap optimistis terhadap laju nilai tukar rupiah di tahun ini yang masih akan terus terjaga.
"Outlook inflasi kita masih terlihat bagus. Jadi ruang penurunan BI rate masih ada. 4% itu memang dari outlook. Tentu saja ruang itu masih ada," jelas Direktur Eksetutif, Departemen Riset dan Kebijakan Moneter BI, Juda Agung, Kamis (25/2/2016).
Besaran BI rate saat ini yaitu 7%, dan sudah mengalami dua kali penurunan selama awal tahun ini.
Selain itu, beliau juga mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga ikut masuk dalam kompetitif, jika dilihat dari tingkat nilai tukar riil (real exchange rate/RER).
Sementara dengan arus modal asing yang masuk ke dalam negeri, BI masih tetap optimistis terhadap laju nilai tukar rupiah di tahun ini yang masih akan terus terjaga.
Rabu, 24 Februari 2016
DI TAHUN 2015 EKONOMI SINGAPURA HANYA TUMBUH DI ANGKA 2%
SAVE - Departemen Perdagangan dan Industri Singapura (MTI) melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Singapura atau Produk Domestik Bruto (PDB) mengalami perlambatan. Ekonomi di negeri seribu satu larangan ini hanya bisa tumbuh di angka 2% pada tahun 2015 lalu.
Angka pertumbuhan tersebut lebih kecil jika dibandingkan dengan PDB 2014 yang mencapai ke posisi 3,3%. Realisasinya bahkan lebih kecil dari perkiraan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura yang diperkirakan akan tumbuh di angka 2,1%.
Harga minyak mentah yang terus mengalami penurunan ini berpengaruh terhadap perekonomian Singapura yang bergantung pada sektor perdagangan.
Perdagangan grosir, eceran, sektor keuangan, dan asuransi merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi Singapura.
Pada tahun 2015 lalu, industri pengelolaan bahan mentah menjadi barang jadi (manufaktur) Singapura mengalami penurunan tajam sebesar 5,2%, setelah sempat naik di 2,7% di tahun sebelumnya./
Sementara untuk sektor konstruksi mengalami pertumbuhan di 2,5%, angka tersebut melambat dari kenaikan sebelumnya di 3,5%.
Dan di tahun 2016 ini perekonomian Singapura diperkirakan akan tumbuh disekitar 1 sampai 2%. Penurunan harga minyak dunia masih akan terus memberikan pengaruh terhadap guncangan perekonomian Singapura.
Selasa, 23 Februari 2016
HARI INI EMAS ANTAM MERESOT KE Rp563.000/GRAM
SAVE - Hari ini, harga emas batangan atau Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan sebesar Rp11.000/gram. Sementara harga buyback juga menurun di angka Rp7.000/gram.
Melansir dari situs perdagangan Logam Mulia Antam, Selasa (23/2/2016), hari ini pembukaan harga emas batangan pecahan 1 gram berada di posisi Rp563.000/gram, angka tersebut mengalami penurunan sebesar Rp11.000/gram jika dibandingkan dengan posisi kemarin di Rp574.000/gram.
Sementara untuk harga pembelian kembali atau buyback oleh emiten berkode ANTM berada di posisi Rp510.000/gram, angka tersebut berkurang Rp7.000/gram dari posisi perdagangan hari sebelumnya di Rp517.000/gram.
Berikut ini adalah daftar harga emas Antam hari ini:
-500 gram Rp261.800.000
-250 gram Rp131.000.000
-100 gram Rp52.450.000
-50 gram Rp26.250.000
-25 gram Rp13.150.000
-10 gram Rp5.290.000
-5 gram Rp2.670.000
-1 gram Rp563.000
Jumat, 19 Februari 2016
MERKO: BI RATE TURUN, INI LANGKAT YANG TEPAT DONGKRAK EKONOMI RI
SAVE - Menurut Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Bank Indonesia (BI) yang memutuskan untuk kembali menurunkan tingkat suku bunga BI rate merupakan langkah yang tepat untuk mendongkrak perekonomi Indonesia.
Ia menilai, langkat tersebut pantas dilakukan sejalan dengan langkah yang dilakukan pemerintah dalam percepatan pembangunan infrastruktur, percepatan pengeluaran pemerintah dan deregulasi paket kebijakan.
"Semua memang memerlukan langkah-langkah keberanian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dalam situasi ekonomi dunia yang melambat. Penurunan BI rate ini memang langkah yang tepat untuk mendongkrak ekonomi lebih stabil," ucapnya, Jumat (19/2/2016).
Keputusan ini merupakan kesepakatan antara pemerintah, BI, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan porsi masing-masing lembaga tersebut. Oleh karena itu, pemerintah segera merumuskan, apa yang dapat dilakukan untuk mendukung penurunan suku bunga BI rate tersebut.
"Jika BI mengambil keputusan dengan melakukan penurunan BI rate dan tingkat bunga fasbi rete maka pemerintah akan langsung merumuskan apa yang paling cepat dipengaruhi pemerintah dengan penurunan BI rate," jelasnya.
Ia menilai, langkat tersebut pantas dilakukan sejalan dengan langkah yang dilakukan pemerintah dalam percepatan pembangunan infrastruktur, percepatan pengeluaran pemerintah dan deregulasi paket kebijakan.
"Semua memang memerlukan langkah-langkah keberanian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dalam situasi ekonomi dunia yang melambat. Penurunan BI rate ini memang langkah yang tepat untuk mendongkrak ekonomi lebih stabil," ucapnya, Jumat (19/2/2016).
Keputusan ini merupakan kesepakatan antara pemerintah, BI, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan porsi masing-masing lembaga tersebut. Oleh karena itu, pemerintah segera merumuskan, apa yang dapat dilakukan untuk mendukung penurunan suku bunga BI rate tersebut.
"Jika BI mengambil keputusan dengan melakukan penurunan BI rate dan tingkat bunga fasbi rete maka pemerintah akan langsung merumuskan apa yang paling cepat dipengaruhi pemerintah dengan penurunan BI rate," jelasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)






