Selasa, 13 Februari 2018

IHSG BERGERAK MENGUAT DEKATI LEVEL 6.600

SAVEBursa saham IHSG pada perdagangan sesi I siang ini masih terus bertahan menguat di zona hijau dan mendekati level 6.600.

IHSG semakin bergerak menguat dengan kenaikan sebesar 65,191 poin atau 1,00% menjadi 6.588,645. Sedangkan indeks LQ45 menguat 13,117 poin atau 1,20% ke level 1.110,047.

Pergerakan IHSG juga sempat menyentuh posisi tertingginya siang ini di 6.595,896, dan posisi terendahnya berada di 6.544,672.

Perdagangan saham siang ini cenderung moderat dengan frekuensi saham yang diperdagangkan sebanyak 248,591 kali dengan transaksi sebesar 7,7 miliar saham atau senilai Rp4,2 triliun.

Seluruh sektor saham dalam negeri bergerak menguat dengan sektor pertambangan yang memimpin kenaikan tertinggi sebesar 2,12%.

Total saham yang diperdagangkan sebanyak 441 saham, untuk saham yang mengalami penguatan ada sebanyak 237 saham, 99 saham melemah, dan 105 saham lainnya bergerak stagnan.

Sementara mayoritas bursa-bursa di kawasan Asia siang ini kompak bergerak menguat di zona hijau.

Senin, 12 Februari 2018

IHSG BERBALIK ARAH KE JALUR POSITIF

SAVEPergerakan IHSG pada perdagangan sesi siang hari ini, berbalik arah menguat setelah sempat turun ke zona merah. Siang ini IHSG bergerak di posisi 6.520.

Jeda siang, IHSG berhasil bergerak balik arah menguat dengan kenaikan sebesar 15,378 poin atau 0,24% ke posisi 6.520,901. Sedangkan indeks LQ45sedikit menurun 0,124 poin atau 0,01% menjadi 1.097,539.

Perdagangan saham siang ini terlihat moderat dengan frekuensi saham yang diperdagangkan sebanyak 8,1 miliar lembar saham, total transaksi mencapai sebesar Rp3,7 triliun.

IHSG juga tercatat sempat bergerak naik hingga menyentuh ke posisi tertingginya di 6.529,21 dan posisi terendahnya berada di 6.498,688.

Sektor saham dalam negeri mayoritas bergerak menguat dan mendorong kenaikan laju IHSG, dengan didorong oleh sektor konstruksi yang mengalami kenaikan tertinggi sebesar 1,31%.

Sementara total saham yang diperdagangkan ada sebanyak 450 saham, untuk saham yang mengalami kenaikan ada sebanyak 258 saham, 102 saham menurun, dan 90 saham lainnya bergerak stagnan.

RUPIAH MENGUAT DIDORONG SURPLUS NERACA PEMBAYARAN

SAVENilai tukar rupiah yang diperdagangkan menguat sebesar 30 poin terhadap dolar AS berada di posisi Rp13.598/US$, dibandingkan dengan posisi perdagangan sebelumnya di Rp13.602/US$.

Sejumlah sentimen positif dari dalam negeri yang cukup positif mampu mendorong rupiah untuk kembali bergerak menguat terhadap dolar AS.

Sentimen tersebut diantaranya yaitu surplus neraca pembayaran Indonesia (NPI) di tahun 2017 dengan defisit transaksi berjalan yang masih tetap terkendali menjadi salah satu faktir yang mendorong rupiah.

Dari catatan Bank Indonesia (BI), surplus NPI 2017 tercatat sebesar 11,6 miliar dolar AS didorong oleh surplus transaksi modal dan finansial yang mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Terutama dalam bentuk investasi langsung dan investasi portofolio, seiring dengan membaiknya persepsi investor terhadap prospek perekonomian domestik.

Sedangkan dilihat secara tahun ke tahun (yoy), BI menyatakan bahwa NPI 2017 mencatat surplus yang relatif besar dengan defisit transaksi berjalan yang terus membaik dan terkendali dibawah 2,0% dari PDB.

Sementara dari luar negeri, sentimen datang dari kesepakatan anggaran dipemerintahan AS dan diharapkan dapat mengurangi gejolak atau volatilitas pada dolar AS sehingga pergerakan rupiah berpeluang untuk kembali melanjutkan penguatan.

Meski demikian, berbagai sentimen yang dapat menyebabkan pelemahan kembali pada rupiah tetap perlu diwaspadai, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Kamis, 08 Februari 2018

IMBAL HASIL OBLIGASI AS BIKIN RUPIAH MELEMAH

SAVENilai tukar rupiah hari ini diperdagangkan melemah terhadap dolar AS sebesar 37 poin ke posisi Rp13.580/US$ dibandingkan dengan posisi perdagangan sebelumnya di Rp13.543/US$.

Pergerakan dolar AS yang mengalami penguatan terhadap beberapa mata uang utama lainnya, termasuk rupiah seiring dengan adanya imbal hasil obligasi AS setelah anggaran defisit pemerintah AS diresmikan.

Imbal hasil obligasi AS yang mengalami kenaikan membuat mata uang Garudan ini tertahan, sentimen positif dari dalam negeri juga masih belum cukup untuk mendorong rupiah ke zona hijau.

Sentimen positif datang dari laporan cadangan devisa Indonesia pada Januari 2018 yang meningkat dan diharapkan dapat menahan tekanan tekanan rupiah lebih dalam terhadap dolar AS.

Cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2018 tercatat mencapai sebesar US$131,98 miliar, angka ini lebih tinggi dibandingkan sebelumnya pada akhir Desember 2017 sebesar US$130,20 miliar. Bank Indonesia (BI) menilai, cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia kedepan.

Selain itu, sentimen positif juga datang dari pernyataan Gubernur BI, bahwa fundamental perekonomian dalam negeri masih akan terus membaik sehingga dapat menarik minat investasi asing di tahun 2018 ini.

Jumat, 02 Februari 2018

SIANG INI IHSG BERGERAK DI LEVEL 6.641

SAVEHingga jeda siang hari ini, pergerakan bursa saham IHSG masih bertahan menguat di jalur positif.

IHSG bergerak menguat di posisi 6.641,167 atau naik sebesar 42,708 poin setara dengan 0,65%. Dan untuk indeks LQ45 bergerak naik sebesar 9,453 poin atau 0,86% menjadi 1.114,527.

Pergerakan IHSG juga sempat mencapai posisi tertingginya siang ini di 6.655,613, dan posisi terendahnya berada di 6.621,443.

Perdagangan saham siang ini terlihat moderat dengan frekuensi saham yang diperdagangkan mencapai 178,764 kali atau senilai Rp4 triliun.

Total saham yang diperdagangkan ada sebanyak 441 saham, untuk saham yang mengalami kenaikan ada sebanyak 176 saham, 146 saham bergerak menurun, dan 119 saham lainnya bergerak stagnan.

Sedangkan pergerakan bursa-bursa di kawasan Asia hari ini kompak bergerak melemah, di tengah penguatan laju IHSG.

Kamis, 01 Februari 2018

RUPIAH MELEMAH, IHSG TERUS JAGA TREN POSITIF

SAVEPada perdagangan sesi I siang hari ini, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah. Kondisi ini di tengah pergerakan IHSG yang terus menguat.

Berdasarkan dari data Bloomberg, nilai tukar rupiah siang ini berada di posisi Rp13.404/US$, angka ini tercatat melemah jika dibandingkan dengan posisi perdagangan sebelumnya di Rp13.386/US$.

Sedangkan IHSG siang ini bergerak menguat di zona hijau dengan kenaikan sebesar 36,49 poin atau 0,55% menjadi 6.642,12.

Hingga perdagangan siang ini, mayoritas sektor saham dalam negeri bergerak menguat di jalur positif dengan sektor aneka industri yang mengalami kenaikan tertinggi sebesar 1,83%.

Total saham yang diperdagangkan ada sebanyak 479 saham, untuk saham yang mengalami kenaikan ada sebanyak 230 saham, 127 saham menurun, dan 122 saham lainnya bergerak stagnan.

Sementara di bursa Indonesia juga tercatat adanya nilai transaksi yang mencapai sebesar Rp5,11 triliun dengan saham yang diperdagangkan sebanyak 8,62 miliar saham. Transaksi bersih asing mencapai minus Rp143,62 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,33 triliun dibandingkan dengan aksi beli asing yang mencapai Rp1,19 triliun.

RUPIAH DIPREDIKSI MENGUAT SAAT USD TERTAHAN

SAVEPergerakan kurs dolar AS yang berbalik arah menurun seiring dengan aksi lepas kembali USD memberikan imbas positif bagi pergerakan rupiah sehingga mampu bertahan menguat di atas posisi support Rp13.430/US$.

Nilai tukar rupiah hari ini diperkirakan akan bergerak di sekitar posisi support Rp13.443/US$ dengan resisten di Rp13.364/US$.

Kondisi tersebut diharapkan dapat menjadi momentum bagi pergerakan rupiah untuk kembali menguat seiring dengan masih adanya sentimen positif.

Sedangkan pada perdagangan kemarin rupiah mampu menguat setelah dolar AS mulai berbalik arah melemah. Adanya pemberitaan mengenai Industri pengolahan yang mencatat nilai ekspor sepanjang Januari hingga Desember 2017 sebesar US$125 miliar.

Angka tersebut memberikan kontribusi tertinggi hingga 76%, dari total nilai ekspor Indonesia yang mencapai US$168,73 miliar, seiring dengan sikap investor di pasar valas yang cenderung menahan diri terhadap dolar AS cukup memberikan sentimen positif bagi rupiah.

Sementara sikap tersebut terjadi setelah pelaku pasar mengamati pidato Presiden Donald Trump di hadapan Kongres, dimana Presiden Trump menginginkan untuk menyetujui setidaknya US$1,5 triliun untuk program pembangunan infrastruktur, namun masih mempermasalahkan soal imigrasi. Selain itu, pelaku pasar juga cenderung menahan diri terhadap hasil rapat FOMC.