SAVE - Pada perdagangan sesi I siang hari ini, pergerakan IHSG
balik arah melemah dengan penurunan sebesar 19,02 poin atau 0,35% menjadi
5.439,69.
Pada jeda siang ini, nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat ada
sebanyak Rp4,13 triliun dari 5,11 miliar saham yang diperdagangkan. Dari total
391 saham, tercatat ada sebanyak 154 saham yang mengalami kenaikan, 152 saham
menurun, dan 85 saham lainnya stagnan. Adapun transaksi bersih asing mencapai
Rp221 miliar dimana aksi jual asing Rp1,40 triliun dibandingkan dengan aksi
beli asing di Rp1,62 triliun.
Sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
kembali mengalami sedikit penurunan 10 poin atau 0,08% menjadi Rp13.134/US$. Pelemahan
rupiah ini seriring dengan laju IHSG yang menurun dan menguatnya indeks USD,
hal ini imbas dari rilis data ekonomi AS yang membaik.
Sementara berdasarkan
kurs Jisdor BI, rupiah berada di posisi Rp13.133/US$, dibanding dengan posisi
sebelumnya di Rp13.144/US$.
Selasa, 09 Agustus 2016
Senin, 08 Agustus 2016
RUPIAH BERPOTENSI MENGUAT, MESKI BELUM SIGNIFIKAN
SAVE - Hingga saat ini, arus dana yang masuk ke dalam negeri masih
cukup deras. Namun, pergerakan rupiah masih belum menunjukan penguatan yang
signifikan. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS cenderung bergerak
di posisi Rp13.100/US$.
Bank Indonesia (BI) memang berharap agar nilai tukar rupiah tidak terlalu menguat dan bergerak sesuai fundamentalnya.
Pada minggu lalu dana asing yang masuk ke dalam negeri ada sekitar Rp130 triliun. Aliran dana yang semakin besar ini, membuat rupiah berpotensi mengalami penguatan.
BI akan terus menjaga stabilitas kurs. Meski mengalami penguatan, namun rupiah harus tetap berada di posis yang cukup wajar dari sisi fundamental.
Selain itu, ada dua faktor yang mendorong besarnya dana asing yang masuk kedalam negeri. Yang pertama dari sisi eksternal, yaitu kenaikan suku bunga acuan Tha Fed yang diperkirakan tidak akan terealisasi sampai dengan akhir tahun.
Dan yang kedua dari sisi internal, yaitu adanya sentimen positif yang muncul pada investor setelah kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty yang diberlakukan dan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II yang berada di atas ekspektasi, yaitu 5,18%.
Sementara, penempatan investasi Indonesia termasuk yang menarik bukan hanya suku bunga namun juga prospek ekonomi dan aliran tax amnesty.
Bank Indonesia (BI) memang berharap agar nilai tukar rupiah tidak terlalu menguat dan bergerak sesuai fundamentalnya.
Pada minggu lalu dana asing yang masuk ke dalam negeri ada sekitar Rp130 triliun. Aliran dana yang semakin besar ini, membuat rupiah berpotensi mengalami penguatan.
BI akan terus menjaga stabilitas kurs. Meski mengalami penguatan, namun rupiah harus tetap berada di posis yang cukup wajar dari sisi fundamental.
Selain itu, ada dua faktor yang mendorong besarnya dana asing yang masuk kedalam negeri. Yang pertama dari sisi eksternal, yaitu kenaikan suku bunga acuan Tha Fed yang diperkirakan tidak akan terealisasi sampai dengan akhir tahun.
Dan yang kedua dari sisi internal, yaitu adanya sentimen positif yang muncul pada investor setelah kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty yang diberlakukan dan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II yang berada di atas ekspektasi, yaitu 5,18%.
Sementara, penempatan investasi Indonesia termasuk yang menarik bukan hanya suku bunga namun juga prospek ekonomi dan aliran tax amnesty.
SIANG INI IHSG MENGUAT, RUPIAH TURUN 39 POIN
SAVE - Pada perdagangan sesi I siang ini, Senin (8/8/2016),
pergerakan IHSG melanjutkan penguatannya dengan kenaikan sebesar 20,33 poin
atau 0,38% menjadi 5.440,58.
Penguatan IHSG ini dipengaruhi oleh sentimen dari rilis data pertumbuhan GDP Indonesia pada kuartal II ini yang meningkat menjadi 5,18%, angka tersebut lebih baik dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang berada di 4,91%. Hal ini membuat pasar menjadi optimisme.
Dari total 534 saham yang diperdagangkan, hanya 165 saham yang mengalami penguatan, 160 saham melemah, dan 209 saham lainnya stagnan.
Sementara, pada perdagangan siang hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah. Rupiah mengalami pelemahan sebesar 39 poin atau 0,30% menjadi Rp13.156/US$.
Pergerakan indeks USD mengalami penguatan terhadap beberapa mata uang dunia sebesar 0,08% menjadi 69,271. Penguatan ini didorong oleh pengumuman laporan pekerjaan AS pada Jumat pekan lalu.
Berdasarkan dari Reuters, Senin (8/8/2016), USD mengalami kenaikan 0,3% terhadap yen Jepang 102,11/US$, namun masih stabil terhadap EUR di 1,10925/US$. Greenback mengalami penguatan terhadap enam rival utama, berkat rilis data pekerja AS pada Juli yang mengalami peningkatan menjadi 255.000, di mana sejumlah ekonomi memperkirakan hanya meningkat 180.000.
Penguatan IHSG ini dipengaruhi oleh sentimen dari rilis data pertumbuhan GDP Indonesia pada kuartal II ini yang meningkat menjadi 5,18%, angka tersebut lebih baik dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang berada di 4,91%. Hal ini membuat pasar menjadi optimisme.
Dari total 534 saham yang diperdagangkan, hanya 165 saham yang mengalami penguatan, 160 saham melemah, dan 209 saham lainnya stagnan.
Sementara, pada perdagangan siang hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah. Rupiah mengalami pelemahan sebesar 39 poin atau 0,30% menjadi Rp13.156/US$.
Pergerakan indeks USD mengalami penguatan terhadap beberapa mata uang dunia sebesar 0,08% menjadi 69,271. Penguatan ini didorong oleh pengumuman laporan pekerjaan AS pada Jumat pekan lalu.
Berdasarkan dari Reuters, Senin (8/8/2016), USD mengalami kenaikan 0,3% terhadap yen Jepang 102,11/US$, namun masih stabil terhadap EUR di 1,10925/US$. Greenback mengalami penguatan terhadap enam rival utama, berkat rilis data pekerja AS pada Juli yang mengalami peningkatan menjadi 255.000, di mana sejumlah ekonomi memperkirakan hanya meningkat 180.000.
Jumat, 05 Agustus 2016
AWAL PERDAGANGAN, HARGA MINYAK MEROSOT
SAVE - Pada awal perdagangan hari ini, pergerakan harga minyak dunia tercatat mengalami penurunan, meski masih terbilang tinggi di sepanjang
pekan ini. Sebelumnya para pelaku pasar terlihat menahan, setelah sempat
mencetak keuntungan dari penurunan tajam sejak Juni.
Berdasarkan Reuters, Jumat (5/8/2016), pada perdagangan hari ini harga minyak berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) berada di posisi US$41,81/barel pada pukul 0.29 p.m ET atau menurun sebesar 12 sen dari sesi terakhir. Namun angka tersebut masih lebih tinggi 6% jika dibandingkan dengan posisi yang terburuk di tengah pekan kemarin.
Sedangkan untuk harga minyak mentah berjangka Brent pada sesi perdagangan ini berada di posisi US$44,16/barel atau menurun 13 sen, namun juga tercatat masih meningkat sebesar 6% jika dibandingkan dengan posisi perdagangan Selasa kemarin. Saat ini pasar minyak masih berada di bawah tekanan terimbas meningkatnya produksi.
Sementara, kenaikan harga di awal pekan mampu mendorong sebagian besar pelaku pasar mencetak keuntungan jengka waktu dekat, lebih dari 20% antara Juni dan awal Agustus. Harga minyak berada di posisi rally, meski data terbilang mendatar. Namuan dengan data CFTC memperlihatkan bahwa investor memilih posisi jangka pendek.
Berdasarkan Reuters, Jumat (5/8/2016), pada perdagangan hari ini harga minyak berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) berada di posisi US$41,81/barel pada pukul 0.29 p.m ET atau menurun sebesar 12 sen dari sesi terakhir. Namun angka tersebut masih lebih tinggi 6% jika dibandingkan dengan posisi yang terburuk di tengah pekan kemarin.
Sedangkan untuk harga minyak mentah berjangka Brent pada sesi perdagangan ini berada di posisi US$44,16/barel atau menurun 13 sen, namun juga tercatat masih meningkat sebesar 6% jika dibandingkan dengan posisi perdagangan Selasa kemarin. Saat ini pasar minyak masih berada di bawah tekanan terimbas meningkatnya produksi.
Sementara, kenaikan harga di awal pekan mampu mendorong sebagian besar pelaku pasar mencetak keuntungan jengka waktu dekat, lebih dari 20% antara Juni dan awal Agustus. Harga minyak berada di posisi rally, meski data terbilang mendatar. Namuan dengan data CFTC memperlihatkan bahwa investor memilih posisi jangka pendek.
Rabu, 03 Agustus 2016
SIANG INI IHSG BERKURANG 6 POIN
SAVE - Menutup perdagangan sesi I siang ini, IHSG berakhir memburuk
di zona merah. Pergerakan IHSG mengalami pelemahan sebesar 6 poin.
Pada perdagangan preopening, IHSG mengalami pelemahan sebesar 5,74 poin atau 0,11% menjadi 5.367,584.
Pada perdagangan sesi I, IHSG ditutup di posisi 5.366,430, angka tersebut berkurang sebesar 6,893 poin atau 0,13%. Sedangkan untuk indeks LQ45 ditutup dengan mengalami koreksi 3,044 poin atau 0,33% menjadi 923.866.
Dari total 10 sektor, ada lima sektor yang mengalami pelemahan, dan 5 sektor lainnya menguat. Pelemahan tertinggi tercatat dialami oleh sektor perdagangan sebesar 0,52% disusul sektor manufaktur sebesar 0,50%. Dan sektor tambang tercatat mengalami penguatan tertinggi sebesar 1,02%.
Ada sebanyak 143 saham meningkat, 154 saham menurun, dan 90 saham stagnan. Frekuensi saham yang ditransaksikan ada sebanyak 171.926 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 3,728 miliar saham senilai Rp3,959 triliun. Saat ini dana asing yang masuk ke Indonesia tercatat ada sebanyak Rp49,803 miliar.
Sementara di pasar uang, dolar AS bergerak menguat terhadap rupiah. Berdasarkan data perdagangan Reuters, Rabu (3/8/2016), siang ini dolar AS berada di posisi Rp13.116, angka tersebut menguat jika dibandingkan dengan posisi pembukaan pagi tadi di Rp13.095.
Pada perdagangan preopening, IHSG mengalami pelemahan sebesar 5,74 poin atau 0,11% menjadi 5.367,584.
Pada perdagangan sesi I, IHSG ditutup di posisi 5.366,430, angka tersebut berkurang sebesar 6,893 poin atau 0,13%. Sedangkan untuk indeks LQ45 ditutup dengan mengalami koreksi 3,044 poin atau 0,33% menjadi 923.866.
Dari total 10 sektor, ada lima sektor yang mengalami pelemahan, dan 5 sektor lainnya menguat. Pelemahan tertinggi tercatat dialami oleh sektor perdagangan sebesar 0,52% disusul sektor manufaktur sebesar 0,50%. Dan sektor tambang tercatat mengalami penguatan tertinggi sebesar 1,02%.
Ada sebanyak 143 saham meningkat, 154 saham menurun, dan 90 saham stagnan. Frekuensi saham yang ditransaksikan ada sebanyak 171.926 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 3,728 miliar saham senilai Rp3,959 triliun. Saat ini dana asing yang masuk ke Indonesia tercatat ada sebanyak Rp49,803 miliar.
Sementara di pasar uang, dolar AS bergerak menguat terhadap rupiah. Berdasarkan data perdagangan Reuters, Rabu (3/8/2016), siang ini dolar AS berada di posisi Rp13.116, angka tersebut menguat jika dibandingkan dengan posisi pembukaan pagi tadi di Rp13.095.
Selasa, 02 Agustus 2016
HARGA MINYAK JATUH KE LEVEL US$40/BAREL
SAVE - Pada perdagangan kemarin, harga minyak produksi AS mengalami
kejatuhan hingga ke bawah US$40/barel, atau pertama kalinya sejak April 2016. Penurunan
harga yang hampir 4% ini terjadi lantaran adanya kekhawatiran terhadap
melimpahnya pasokan.
Harga minyak sepanjang bulan Juli lalu tercatat mengalami penurunan penurunan hingga 15%, atau penurunan bulanan terbesar dalam tahun ini.
Berdasarkan dari Reuters, Selasa (2/8/2016), harga minyak West Texas Intermediate (WTI) produksi AS tembus ke posisi US$39,86/barel, atau terendah sejak 20 April 2016. Setelah akhirnya ditutup menurun 3,7% ke posisi US$40,06.
Sedangkan untuk harga minyak jenis Brent mengalami penurunan 3,2% atau US$1,39/barel menjadi US$42,14/barel. Brent mencapai posisi terendahnya di US$41,87/barel.
Akibat kekhawatiran terhadap melimpahnya pasokan ini membuat harga minyak mengalami penurunan. Selain itu, juga ada data yang menyatakan bahwa alat pengeboran minyak meningkat 44 unit di AS selama Juli. Ini merupakan peningkatan terbanyak dalam selama satu bulan, dalam 2 tahun terakhir.
Saat ini harga minyak berada di sekitar 55% di atas harga terendahnya di tahun ini, yaitu US$26/barel pada kuartal I-2016. Beberapa pelaku pasar lekaukan penurunan terhadap proyeksi harga minyak untuk tahun ini.
Harga minyak sepanjang bulan Juli lalu tercatat mengalami penurunan penurunan hingga 15%, atau penurunan bulanan terbesar dalam tahun ini.
Berdasarkan dari Reuters, Selasa (2/8/2016), harga minyak West Texas Intermediate (WTI) produksi AS tembus ke posisi US$39,86/barel, atau terendah sejak 20 April 2016. Setelah akhirnya ditutup menurun 3,7% ke posisi US$40,06.
Sedangkan untuk harga minyak jenis Brent mengalami penurunan 3,2% atau US$1,39/barel menjadi US$42,14/barel. Brent mencapai posisi terendahnya di US$41,87/barel.
Akibat kekhawatiran terhadap melimpahnya pasokan ini membuat harga minyak mengalami penurunan. Selain itu, juga ada data yang menyatakan bahwa alat pengeboran minyak meningkat 44 unit di AS selama Juli. Ini merupakan peningkatan terbanyak dalam selama satu bulan, dalam 2 tahun terakhir.
Saat ini harga minyak berada di sekitar 55% di atas harga terendahnya di tahun ini, yaitu US$26/barel pada kuartal I-2016. Beberapa pelaku pasar lekaukan penurunan terhadap proyeksi harga minyak untuk tahun ini.
Senin, 01 Agustus 2016
INI PENJELASAN BEI, MENGENAI KENAIKAN IHSG YANG LEBIH DARI 2%
SAVE - Hari ini, pergerakan IHSG menunjukan penguatan yang
signifikan. IHSG melonjak tinggi lebih dari 2%.
Pada perdagangan sesi I, IHSG ditutup di posisi 5.337,306, angka tersebut melonjak sebesar 121,312 poin atau 2,33%. Sedangkan indeks LQ45 ditutup meningkat tinggi 27,492 poin atau 3,08% menjadi 920.334.
“Begini penjelasan yang sebenarnya, pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (29/7/2016), di pre closing ada penurunan yang signifikan 1% akibat penurunan harga saham, ada salah satu orang yang terpaksa menjual. Jadi yang sebenarnya kenaikan hari ini hanya 1%,” ucap Direktur Utama BEI Tito Sulistio, Senin (1/8/2016).
Sementara, pada saat ditanyakan mengenai IHSG yang diperkirakan bisa tembus ke posisi 6.000 di tahun ini, beliau menjawab, market kapitalisasi akan lebih menentukan bagaimana pergerakan IHSG ke depannya. Dengan adanya berbagai instrumen guna menyerap dana tax amnesty, ini merupakan usaha BEI dalam meningkatkan kapitalisasi pasar modal.
Kemungkinan kapitalisasi market dalam dua bulan ini bisa mencapai di atas 6.000. Sebab size. Jika market cap kita 6.000, size kita besar, itu enak. Kita bisa melihat size nya terlebih dahulu, baru kita ihat indeks.
Pada perdagangan sesi I, IHSG ditutup di posisi 5.337,306, angka tersebut melonjak sebesar 121,312 poin atau 2,33%. Sedangkan indeks LQ45 ditutup meningkat tinggi 27,492 poin atau 3,08% menjadi 920.334.
“Begini penjelasan yang sebenarnya, pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (29/7/2016), di pre closing ada penurunan yang signifikan 1% akibat penurunan harga saham, ada salah satu orang yang terpaksa menjual. Jadi yang sebenarnya kenaikan hari ini hanya 1%,” ucap Direktur Utama BEI Tito Sulistio, Senin (1/8/2016).
Sementara, pada saat ditanyakan mengenai IHSG yang diperkirakan bisa tembus ke posisi 6.000 di tahun ini, beliau menjawab, market kapitalisasi akan lebih menentukan bagaimana pergerakan IHSG ke depannya. Dengan adanya berbagai instrumen guna menyerap dana tax amnesty, ini merupakan usaha BEI dalam meningkatkan kapitalisasi pasar modal.
Kemungkinan kapitalisasi market dalam dua bulan ini bisa mencapai di atas 6.000. Sebab size. Jika market cap kita 6.000, size kita besar, itu enak. Kita bisa melihat size nya terlebih dahulu, baru kita ihat indeks.
Langganan:
Postingan (Atom)






