SAVE - Masih belum adanya sentimen positif yang dapat
mendorong pergerakan IHSG, membuat bursa Indonesia ini harus bertahan di zona
merah.
Siang ini IHSG bergerak di posisi 6.044,058, angka ini masih melemah di
zona merah dengan penurunan sebesar 17,309 poin atau 0,29%. Sedangkan Indeks
LQ45 turun sebesar 3,529 poin atau 0,35% menjadi 1.015,694.
IHSG juga tercatat
sempat mencapai posisi tertingginya di 6.053,595, dan posisi terendahnya berada
di 6.034,632. Perdagangan saham siang ini berjalan ramai dengan frekuensi saham
yang diperdagangkan sebanyak 163,216 kali dengan transaksi sebanyak 15,9 miliar
lembar saham atau senilai Rp4 triliun.
Delapan sektor saham dalam negeri yang
bergerak melemah, membuat IHSG sulit untuk bergerak menguat. Total saham yang
diperdagangkan ada sebanyak 422 saham, 131 saham bergerak menguat, 167 saham
melemah, dan 124 saham lainnya bergerak stagnan.
Sementara bursa-bursa di
kawasan Asia siang ini kompak bergerak melemah, hanya bursa saham Jepang yang
mampu bergerak positif.
Kamis, 30 November 2017
RUPIAH LESU DI TENGAH KENAIKAN DOLAR AS DI ASIA
SAVE - Nilai tukar rupiah hari ini diperdagangkan mixed
terhadap dolar AS, saat mata uang Paman Sam ini bergerak menguat di perdagangan
Asia.
Berdasarkan dari data Bloomberg, rupiah dibuka di posisi Rp13.524/US$, angka ini melemah jika dibandingkan dengan posisi perdagangan sebelumnya di Rp13.500/US$.Nilai tukar rupiah hari ini juga tercatat bergerak di sekitar posisi support Rp13.528/US$ dengan resisten di Rp13.513/US$.
Mengutip data Reuters, Kamis (30/11/2017), dolar AS bergerak menguat di perdagangan Asia setelah data pertumbuhan ekonomi AS cukup optimistis, namun berada di posisi untuk kerugian bulanan terhadap beberapa mata uang lantaran investor terlihat masih berhati-hati dalam mengamati perkembangan peraturan reformasi pajak.
Laju USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang lainnya bergerakan naik sebesar 0,1% menjadi 93,255. Namun untuk November justru turun sebesar 1,4%.
Data ekonomi AS menunjukan adanya pertumbuhan lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya di kuarta ketiga, mencatat kenaikan tercepat dalam tiga tahun, didorong oleh peningkatan investasi bisnis pada persediaan dan peralatan mengimbangi moderasi dalam belanja konsumen.
Sementara poundsterling bergerak stabil terhadap dolar AS di posisi 1,3414 setelah sempat naik ke posisi tertinggi di 1,3449 tadi malam. Dan euro terhadap dolar AS bergerak naik sebesar 0,1% ke posisi 1,1854, yang bersiap untuk memperoleh kenaikan sebesar 1,8% untuk bulan tersebut.
Berdasarkan dari data Bloomberg, rupiah dibuka di posisi Rp13.524/US$, angka ini melemah jika dibandingkan dengan posisi perdagangan sebelumnya di Rp13.500/US$.Nilai tukar rupiah hari ini juga tercatat bergerak di sekitar posisi support Rp13.528/US$ dengan resisten di Rp13.513/US$.
Mengutip data Reuters, Kamis (30/11/2017), dolar AS bergerak menguat di perdagangan Asia setelah data pertumbuhan ekonomi AS cukup optimistis, namun berada di posisi untuk kerugian bulanan terhadap beberapa mata uang lantaran investor terlihat masih berhati-hati dalam mengamati perkembangan peraturan reformasi pajak.
Laju USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang lainnya bergerakan naik sebesar 0,1% menjadi 93,255. Namun untuk November justru turun sebesar 1,4%.
Data ekonomi AS menunjukan adanya pertumbuhan lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya di kuarta ketiga, mencatat kenaikan tercepat dalam tiga tahun, didorong oleh peningkatan investasi bisnis pada persediaan dan peralatan mengimbangi moderasi dalam belanja konsumen.
Sementara poundsterling bergerak stabil terhadap dolar AS di posisi 1,3414 setelah sempat naik ke posisi tertinggi di 1,3449 tadi malam. Dan euro terhadap dolar AS bergerak naik sebesar 0,1% ke posisi 1,1854, yang bersiap untuk memperoleh kenaikan sebesar 1,8% untuk bulan tersebut.
Rabu, 29 November 2017
IHSG MENURUN, DANA ASING KELUAR HINGGA Rp7 TRILIUN
SAVE - IHSG masih bergerak menurun melanjutkan laju negatifnya
hingga penutupan perdagangan sesi I siang ini.
Pergerakan IHSG siang ini berada di posisi 6.052,573, angka ini menurun sebesar 18,143 poin atau 0,30%. Sedangkan Indeks LQ45 berkurang sebesar 6,322 poin atau 0,62% menjadi 1.018,369.
Posisi tertinggi IHSG berada di 6.073,899, dan posisi terendahnya berada di 6.045,337. Perdagangan saham siang hari ini terlihat sangat ramai dengan frekuensi saham yang diperdagangkan sebesar 195,636 kali dengan transaksi sebanyak 6,8 miliar lembar saham atau senilai Rp9,5 triliun.
Enam sektor saham dalam negeri yang mengalami pelemahan membuat IHSG sulit untuk bergerak menguat. Dan dana asing yang keluar dari dalam negeri mencapai Rp7,084 triliun.
Sementara mayoritas bursa-bursa di Asia siang ini cenderung bergerak menurun ke jalur negatif.
Pergerakan IHSG siang ini berada di posisi 6.052,573, angka ini menurun sebesar 18,143 poin atau 0,30%. Sedangkan Indeks LQ45 berkurang sebesar 6,322 poin atau 0,62% menjadi 1.018,369.
Posisi tertinggi IHSG berada di 6.073,899, dan posisi terendahnya berada di 6.045,337. Perdagangan saham siang hari ini terlihat sangat ramai dengan frekuensi saham yang diperdagangkan sebesar 195,636 kali dengan transaksi sebanyak 6,8 miliar lembar saham atau senilai Rp9,5 triliun.
Enam sektor saham dalam negeri yang mengalami pelemahan membuat IHSG sulit untuk bergerak menguat. Dan dana asing yang keluar dari dalam negeri mencapai Rp7,084 triliun.
Sementara mayoritas bursa-bursa di Asia siang ini cenderung bergerak menurun ke jalur negatif.
Jumat, 24 November 2017
RUPIAH MASIH MEMILIKI PELUANG KENAIKAN
SAVE - Masih adanya sentimen
positif dari dalam negeri memberikan peluang bagi rupiah untuk kembali bergerak
menguat. Ditambah dengan sentimen hasil risalah pertemuan The Fed yang
menyebabkan dolar AS masih dalam tren pelemahan.
Namun, kenaikan rupiah ini juga perlu diuji kembali ketahanannya dan diharapkan masih dapat memiliki peluang untuk menguat.
Pergerakan nilai tukar rupiah hari ini diperkirakan akan berada di sekitar posisi support Rp13.531/US$ dengan resisten di Rp13.482/US$.
Sementara pergerakan dolar AS terlihat tidak menunjukan adanya perbaikan setelah FOMC meeting, justru dolar AS bergerak cenderung kembali menurun.
Dalam pertemuan tersebut, The Fed terlihat masih belum berencana untuk kembali menaikan tingkat suku bunga acuannya seperti yang disampaikan sebelumnya dimana masih ada satu kali kesempatan bagi The Fed untuk menaikan suku bunga Fed Fund Rate.
Kenaikan suku bunga acuan The Fed kemungkinan akan dilakukan pada tahun depan. Laporan tersebut juga mengamati kekhawatiran beberapa anggota mengenai prospek inflasi, dengan menekan data ekonomi dalam penentuan waktu kenaikan tingkat suku bunga di masa depan. Kondisi ini dimanfaatkan oleh rupiah untuk kembali bergerak menguat.
Namun, kenaikan rupiah ini juga perlu diuji kembali ketahanannya dan diharapkan masih dapat memiliki peluang untuk menguat.
Pergerakan nilai tukar rupiah hari ini diperkirakan akan berada di sekitar posisi support Rp13.531/US$ dengan resisten di Rp13.482/US$.
Sementara pergerakan dolar AS terlihat tidak menunjukan adanya perbaikan setelah FOMC meeting, justru dolar AS bergerak cenderung kembali menurun.
Dalam pertemuan tersebut, The Fed terlihat masih belum berencana untuk kembali menaikan tingkat suku bunga acuannya seperti yang disampaikan sebelumnya dimana masih ada satu kali kesempatan bagi The Fed untuk menaikan suku bunga Fed Fund Rate.
Kenaikan suku bunga acuan The Fed kemungkinan akan dilakukan pada tahun depan. Laporan tersebut juga mengamati kekhawatiran beberapa anggota mengenai prospek inflasi, dengan menekan data ekonomi dalam penentuan waktu kenaikan tingkat suku bunga di masa depan. Kondisi ini dimanfaatkan oleh rupiah untuk kembali bergerak menguat.
KISARAN LAJU IHSG HARI INI DI 5.972-6.123
SAVE - Pada perdagangan hari
ini, Jumat (24/11/2017), bursa saham IHSG diperkirakan akan bergerak di sekitar
posisi support 5.972 dengan resisten di 6.123.
Pola pergerakan IHSG terlihat masih berada dalam fase konsolidasi yang wajar dengan menanti momentum untuk kembali mencetak rekor tertinggi yang baru.
Konsolidasi ini lebih bersifat membentuk pondasi posisi support baru sehingga dapat menjadi pendorong yang kuat saat mengalami tekanan.
Terjadinya momentum koreksi wajar dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dalam investasi jangka waktu panjang.
Sementara pergerakan IHSG hari ini, masih memiliki potensi untuk mengalami penguatan.
Pola pergerakan IHSG terlihat masih berada dalam fase konsolidasi yang wajar dengan menanti momentum untuk kembali mencetak rekor tertinggi yang baru.
Konsolidasi ini lebih bersifat membentuk pondasi posisi support baru sehingga dapat menjadi pendorong yang kuat saat mengalami tekanan.
Terjadinya momentum koreksi wajar dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dalam investasi jangka waktu panjang.
Sementara pergerakan IHSG hari ini, masih memiliki potensi untuk mengalami penguatan.
Kamis, 23 November 2017
RUPIAH MENGUAT, IHSG BERBALIK MENURUN
SAVE - Pada perdagangan sesi I siang hari ini, pergerakan
nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat, kondisi ini di tengah berbalik
melemahnya laju IHSG siang ini.
Di pasar spot, nilai tukar rupiah diperdagangkan menguat sebesar 10 poin atau 0,07% menjadi Rp13.513/US$, dibandingkan dengan posisi perdagangan sebelumnya di Rp13.523/US$.
Sedangkan IHSG siang ini berada di posisi 6.062,83, angka ini menurun sebesar 6,95 poin atau 0,11%.
Pelemahan IHSG ini seiring dengan lesunya delapan sektor saham dalam negeri. Dengan sektor properti yang turun sebesar 0,26%, sektor keuangan turun 0,25%, dan sektor pertambangan ambruk 0,23%. Kenaikan hanya terjadi pada sektor perkebunan yang naik 0,20% dan infrastrukur naik 0,15%.
Total saham yang diperdagangkan ada sebanyak 444 saham, untuk saham yang mengalami penguatan ada 153 saham, 159 saham melemah, dan 132 saham lainnya bergerak stagnan.
Sementara di bursa Indonesia tercatat adanya nilai transaksi sebesar Rp2,24 triliun, dengan saham yang diperdagangkan sebanyak 4,45 miliar lot saham. Asing juga tercatat melakukan transaksi bersih asing minus Rp5,12 miliar dengan aksi jual asing Rp584,48 miliar dibandingkan dengan aksi beli asing yang mencapai Rp579,36 miliar.
Di pasar spot, nilai tukar rupiah diperdagangkan menguat sebesar 10 poin atau 0,07% menjadi Rp13.513/US$, dibandingkan dengan posisi perdagangan sebelumnya di Rp13.523/US$.
Sedangkan IHSG siang ini berada di posisi 6.062,83, angka ini menurun sebesar 6,95 poin atau 0,11%.
Pelemahan IHSG ini seiring dengan lesunya delapan sektor saham dalam negeri. Dengan sektor properti yang turun sebesar 0,26%, sektor keuangan turun 0,25%, dan sektor pertambangan ambruk 0,23%. Kenaikan hanya terjadi pada sektor perkebunan yang naik 0,20% dan infrastrukur naik 0,15%.
Total saham yang diperdagangkan ada sebanyak 444 saham, untuk saham yang mengalami penguatan ada 153 saham, 159 saham melemah, dan 132 saham lainnya bergerak stagnan.
Sementara di bursa Indonesia tercatat adanya nilai transaksi sebesar Rp2,24 triliun, dengan saham yang diperdagangkan sebanyak 4,45 miliar lot saham. Asing juga tercatat melakukan transaksi bersih asing minus Rp5,12 miliar dengan aksi jual asing Rp584,48 miliar dibandingkan dengan aksi beli asing yang mencapai Rp579,36 miliar.
IHSG KEMBALI DIBUKA NAIK 15 POIN
SAVE - Pergerakan hari ini IHSG kembali mengalami kenaikan, didorong
oleh seluruh saham sektoral yang bergerak menguat.
IHSG dibuka di posisi 6.084,865, angka ini bergerak naik sebesar 15,080 poin atau 0,25%. Dan Indeks LQ45 juga dibuka naik sebesar 3,179 poin atau 0,31% menjadi 1.019,414.
Seluruh saham sektoral pagi ini kompak diperdagangkan menguat, sehingga mampu mendorong laju IHSG ke lajur positif.
Tidak lama kemudian, IHSG kembali bergerak menguat dengan kenaikan sebesar 17,449 poin atau 0,27% ke posisi 6.085,250. Sedangkan untuk Indeks LQ45 naik 3,326 poin atau 0,30% ke 1.019,306.
Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di 6.069. Angka tersebut mengalami peningkatan sekitar 9 poin dari rekor penutupan terakhir di 6.060.
Sementara bursa-bursa di kawasan Asia juga kompak bergerak menguat. Hanya bursa saham China yang bergerak menurun ke zona merah.
IHSG dibuka di posisi 6.084,865, angka ini bergerak naik sebesar 15,080 poin atau 0,25%. Dan Indeks LQ45 juga dibuka naik sebesar 3,179 poin atau 0,31% menjadi 1.019,414.
Seluruh saham sektoral pagi ini kompak diperdagangkan menguat, sehingga mampu mendorong laju IHSG ke lajur positif.
Tidak lama kemudian, IHSG kembali bergerak menguat dengan kenaikan sebesar 17,449 poin atau 0,27% ke posisi 6.085,250. Sedangkan untuk Indeks LQ45 naik 3,326 poin atau 0,30% ke 1.019,306.
Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di 6.069. Angka tersebut mengalami peningkatan sekitar 9 poin dari rekor penutupan terakhir di 6.060.
Sementara bursa-bursa di kawasan Asia juga kompak bergerak menguat. Hanya bursa saham China yang bergerak menurun ke zona merah.
Langganan:
Postingan (Atom)






