SAVE - Nilai tukar rupiah hari ini diperdagangkan menguat
terhadap dolar AS meski tidak terlalu besar. Kondisi ini di tengah pelemahan
dolar AS terhadap beberapa mata uang lainnya.
Berdasarkan dari data Bloomberg,
nilai tukar rupiah dibuka di posisi Rp13.511/US$, angka ini menguat tipis jika
dibandingkan dengan posisi perdagangan sebelumnya di Rp13.516/US$.
Mengutip dari
data Reuters, pergerakan dolar AS mengalami penurunan dan berada di jalur
pelemahan mingguan setelah anjlok pada kekecewaan dengan tagihan pajak yang
diajukan oleh anggota Partai Senat AS yang akan menunda pemangkasan pajak
perusahaan seperti yang telah diharapkan.
Pergerakan dolar AS terhadap yen
Jepang tercatat melemah sebesar 0,1% menjadi 113,40 atau berkurang 0,6% untuk
pekan ini dan jauh di bawah posisi tertinggi dalam delapan bulan yang berada di
posisi 114,737.
Sementara euro terhadap dolar AS juga bergerak menguat 0,1% ke
posisi 1,1650 atau 0,4% lebih tinggi untuk pekan ini dan bertahan di atas
posisi terendah dalam 3,5 bulan di 1,1553.
Jumat, 10 November 2017
Kamis, 09 November 2017
WALL STREET KEMBALI CETAK REKOR
SAVE - Pergerakan bursa saham Wall Street di AS kembali ditutup
mencetak rekor baru. Sedangkan untuk Indeks Dow Jones masih terus mencetak
rekor baru selama lima hari berturut-turut.
Ketiga indeks saham utama Wall Street mencetak rekor, meski pada awal perdagangan sempat bergerak menurun.
Mengutip data Ruters, Kamis (9/11/2017), pergerakan Indeks Dow Jones mengalami kenaikan meski kurang dari 0,1% ke posisi barunya di 23.563,36. Indeks S&P 500 berakhir naik 0,1% menjadi 2.594,38. Dan Indeks Nasdaq juga naik sebesar 0,3% ke posisi 6.789,12.
Sejak terpilihanya Donald Trump sebagai Presiden AS di tahun 2016 lalu, pergerakan Wall Street terus mengalami peningkatan. Indeks Dow Jones dan Nasdaq telah bergerak naik sekitar 30%, dan S&P 500 naik 20%.
Selain itu, analis Hugh Johnson, juga menyatakan bahwa kekhawatirannya soal rencana Trump yang akan melakukan pemangkasan pajak perusahaan ini membuat pergerakan bursa saham mengalami kenaikan tinggi. Namun, kebijakan ini masih belum memiliki kepastian.
Sementara saham dari Snap juga menurun tajam kemarin sebesar 14,6%, lantaran pendapatan dan penggunanya turun cukup dalam. Perusahaan China, Tencent juga membeli 12% saham induk usaha Snap.
Ketiga indeks saham utama Wall Street mencetak rekor, meski pada awal perdagangan sempat bergerak menurun.
Mengutip data Ruters, Kamis (9/11/2017), pergerakan Indeks Dow Jones mengalami kenaikan meski kurang dari 0,1% ke posisi barunya di 23.563,36. Indeks S&P 500 berakhir naik 0,1% menjadi 2.594,38. Dan Indeks Nasdaq juga naik sebesar 0,3% ke posisi 6.789,12.
Sejak terpilihanya Donald Trump sebagai Presiden AS di tahun 2016 lalu, pergerakan Wall Street terus mengalami peningkatan. Indeks Dow Jones dan Nasdaq telah bergerak naik sekitar 30%, dan S&P 500 naik 20%.
Selain itu, analis Hugh Johnson, juga menyatakan bahwa kekhawatirannya soal rencana Trump yang akan melakukan pemangkasan pajak perusahaan ini membuat pergerakan bursa saham mengalami kenaikan tinggi. Namun, kebijakan ini masih belum memiliki kepastian.
Sementara saham dari Snap juga menurun tajam kemarin sebesar 14,6%, lantaran pendapatan dan penggunanya turun cukup dalam. Perusahaan China, Tencent juga membeli 12% saham induk usaha Snap.
WASPADA AKAN PELEMAHAN LANJUTAN RUPIAH
SAVE - Pergerakan kurs dolar AS yang kembali mengalami
pelemahan dapat membuka peluang pelemahan lanjutan pada rupiah jika tidak
diiringi dengan sentimen positif yang ada.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dianggap positif, namun masih adanya potensi pelemahan membuat pergerakan rupiah yang sempat mengalami kenaikan tidak dapat tertahan.
Dolar AS yang mulai bergerak menguat dan berbagai sentimen yang dapat kembali menghambat potensi penguatan rupiah juga perlu diwaspadai.
Pergerakan nilai tukar rupiah hari ini diperkirakan akan berada di sekitar posisi support Rp13.535/US$ dengan resisten di Rp13.505/US$.
Sementara diperdagangan spot, laju dolar AS cenderung melemah terhadap beberapa mata uang, namun masih belum mampu mendorong pergerakan rupiah untuk menguat.
Dolar AS yang bergerak menurun ini, seiring dengan kekhawatiran akan tidak tercapainya kesepakatan reformasi perpajakan AS dan masih belum adanya perkembangan mengeni hal tersebut.
Pelaku pasar yang cenderung menahan diri lantaran kondisi dari dalam negeri dianggap masih memiliki kerentanan, membuat nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dianggap positif, namun masih adanya potensi pelemahan membuat pergerakan rupiah yang sempat mengalami kenaikan tidak dapat tertahan.
Dolar AS yang mulai bergerak menguat dan berbagai sentimen yang dapat kembali menghambat potensi penguatan rupiah juga perlu diwaspadai.
Pergerakan nilai tukar rupiah hari ini diperkirakan akan berada di sekitar posisi support Rp13.535/US$ dengan resisten di Rp13.505/US$.
Sementara diperdagangan spot, laju dolar AS cenderung melemah terhadap beberapa mata uang, namun masih belum mampu mendorong pergerakan rupiah untuk menguat.
Dolar AS yang bergerak menurun ini, seiring dengan kekhawatiran akan tidak tercapainya kesepakatan reformasi perpajakan AS dan masih belum adanya perkembangan mengeni hal tersebut.
Pelaku pasar yang cenderung menahan diri lantaran kondisi dari dalam negeri dianggap masih memiliki kerentanan, membuat nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah.
PREDIKSI LAJU IHSG HARI INI DI KISARAN 5.969-6.098
SAVE - Pada perdagangan hari ini, pergerakan IHSG
diperkirakan akan bergerak di sekitar posisi support 5.969 dengan resisten di
6.098.
Saat ini, pergerakan IHSG terlihat masih akan berada di jalur positif, hal tersebut didorong oleh sisi fundamental perekonomian dalam negeri.
Kondisi perekonomian dalam negeri yang masih cukup stabil tercermin dari data yang terlansir terkait retail sales yang menunjukan bahwa kondisi perekonomian masih terus mengalami pertumbuhan dengan baik dalam sektor riil.
Sehingga memberikan pengaruh yang baik terhadap emiten yang masih berkaitan dengan pasar modal Indonesia.
Sementara pergerakan IHSG hari ini, kemungkinan masih akan mengalami penguatan.
Saat ini, pergerakan IHSG terlihat masih akan berada di jalur positif, hal tersebut didorong oleh sisi fundamental perekonomian dalam negeri.
Kondisi perekonomian dalam negeri yang masih cukup stabil tercermin dari data yang terlansir terkait retail sales yang menunjukan bahwa kondisi perekonomian masih terus mengalami pertumbuhan dengan baik dalam sektor riil.
Sehingga memberikan pengaruh yang baik terhadap emiten yang masih berkaitan dengan pasar modal Indonesia.
Sementara pergerakan IHSG hari ini, kemungkinan masih akan mengalami penguatan.
Rabu, 08 November 2017
SEPANJANG SIANG INI IHSG BERGERAK MENURUN
SAVE - Laju IHSG siang ini tercatat masih berada di zona
merah, setelah dua hari berturut-turut cetak rekor tertinggi.
Sesi I siang ini, pergerakan IHSG berada di posisi 6.036,46, angka ini sedikit menurun 23,993 poin atau 0,40%. Dan Indeks LQ45 juga turun sebesar 4,395 poin atau 0,44% menjadi 1.005,702.
Pergerakan IHSG siang ini juga sempat menyentuh ke posisi terendahnya di 6.035,623, dan posisi tertingginya berada di 6.092,765. Investor asing tercatat melakukan transaksi jual bersih sebesar Rp561,42 miliar, hingga memberikan tambahan sentimen negatif terhadap IHSG.
Sepanjang siang hari ini, perdagangan terlihat cukup ramai dengan frekuensi saham yang diperdagangkan sebanyak 178.272 kali dengan transaksi sebanyak 6,4 miliar lembar saham atau senilai Rp3,9 triliun.
Seluruh saham sektoral bergerak di jalur merah. Sektor infrastruktur turun paling dalam sebesar 1,05%. Untuk total saham yang diperdagangkan ada sebanyak 417 saham, 125 saham menguat, 171 saham melemah, dan 121 saham lainnya bergerak stagnan.
Sementara bursa-bursa di kawasan Asia siang ini, terlihat bergerak variatif.
Sesi I siang ini, pergerakan IHSG berada di posisi 6.036,46, angka ini sedikit menurun 23,993 poin atau 0,40%. Dan Indeks LQ45 juga turun sebesar 4,395 poin atau 0,44% menjadi 1.005,702.
Pergerakan IHSG siang ini juga sempat menyentuh ke posisi terendahnya di 6.035,623, dan posisi tertingginya berada di 6.092,765. Investor asing tercatat melakukan transaksi jual bersih sebesar Rp561,42 miliar, hingga memberikan tambahan sentimen negatif terhadap IHSG.
Sepanjang siang hari ini, perdagangan terlihat cukup ramai dengan frekuensi saham yang diperdagangkan sebanyak 178.272 kali dengan transaksi sebanyak 6,4 miliar lembar saham atau senilai Rp3,9 triliun.
Seluruh saham sektoral bergerak di jalur merah. Sektor infrastruktur turun paling dalam sebesar 1,05%. Untuk total saham yang diperdagangkan ada sebanyak 417 saham, 125 saham menguat, 171 saham melemah, dan 121 saham lainnya bergerak stagnan.
Sementara bursa-bursa di kawasan Asia siang ini, terlihat bergerak variatif.
RUPIAH DIPREDIKSI LANJUTKAN PENGUATAN
SAVE - Nilai tukar rupiah yang masih memiliki kekuatan
diharapkan dapat kembali berlanjut dengan memanfaatkan pelemahan dolar AS.
Meski demikian, mulai membaiknya dolar AS dan berbagai sentimen yang dapat kembali menghambat potensi penguatan rupiah juga perlu diwaspadai.
Pergerakan nilai tukar rupiah hari ini diperkirakan akan berada di sekitar posisi support Rp13.530/US$ dengan resisten di Rp13.488/US$.
Laju rupiah ini mampu kembali berbalik menguat dengan memanfaatkan pelemahan kurs dolar AS terhadap beberapa mata uang lainnya.
Selain itu, rilis GDP yang dianggap masih berada di bawah estimasi dan angka devisa Indonesia akhir Oktober 2017 yang tercatat berada di US$126,4 miliar, dinilai lebih rendah dibandingkan dengan akhir September 2017 di US$129,4 miliar.
BI juga menilai, cadangan devisa ini mampu mendorong ketahanan di sektor eksternal dan menjaga kelanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan, ini dapat menopang pergerakan rupiah agar tetap berada di jalur positif.
Sementara masih belum adanya kepastian mengenai pembahasan reformasi sistem perpajakan AS dan tenggat waktu yang dibutuhkan untuk dapat menyelesaikan peraturan tersebut membuat pergerakan dolar AS melemah.
Meski demikian, mulai membaiknya dolar AS dan berbagai sentimen yang dapat kembali menghambat potensi penguatan rupiah juga perlu diwaspadai.
Pergerakan nilai tukar rupiah hari ini diperkirakan akan berada di sekitar posisi support Rp13.530/US$ dengan resisten di Rp13.488/US$.
Laju rupiah ini mampu kembali berbalik menguat dengan memanfaatkan pelemahan kurs dolar AS terhadap beberapa mata uang lainnya.
Selain itu, rilis GDP yang dianggap masih berada di bawah estimasi dan angka devisa Indonesia akhir Oktober 2017 yang tercatat berada di US$126,4 miliar, dinilai lebih rendah dibandingkan dengan akhir September 2017 di US$129,4 miliar.
BI juga menilai, cadangan devisa ini mampu mendorong ketahanan di sektor eksternal dan menjaga kelanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan, ini dapat menopang pergerakan rupiah agar tetap berada di jalur positif.
Sementara masih belum adanya kepastian mengenai pembahasan reformasi sistem perpajakan AS dan tenggat waktu yang dibutuhkan untuk dapat menyelesaikan peraturan tersebut membuat pergerakan dolar AS melemah.
Selasa, 07 November 2017
IHSG SEMAKIN MENGUAT, RUPIAH BERTAHAN DI ZONA POSITIF
SAVE - Pada perdagangan sesi I siang hari ini, pergerakan
nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih bertahan menguat meski tidak terlalu
besar. Kondisi ini ini seiring dengan laju IHSG siang ini yang semakin menguat.
Berdasarkan dari data Bloomberg, nilai tukar rupiah siang ini bergerak di posisi Rp13.510/US$, angka ini tercatat masih menguat jika dibandingkan dengan posisi perdagangan sebelumnya yang berada di posisi Rp13.542/US$.
Siang ini rupiah juga tercatat akan bergerak di sekitar posisi rupport Rp13.493/US$ dengan resisten di Rp13.512/US$.
Sedangkan IHSG sendiri pada sesi I siang ini semakin menguat di zona hijau dengan kenaikan sebesar 6,99 poin atau 0,12% menjadi 6.057,81.
Hingga perdagangan siang hari ini, mayoritas sektor saham dalam negeri berada di jalur positif dengan sektor pertambangan yang masih memimpin kenaikan tertinggi sebesar 0,77%, dan sektor yang mengalami penurunan yaitu properti yang turun 0,23%.
Sementara di bursa Indonesia tercatat adanya nilai transaksi sebesar Rp3,34 miliar dengan saham yang diperdagangkan sebanyak 4,42 juta saham. Transaksi bersih asing minus Rp69,81 miliar dengan melakukan aksi jual asing sebesar Rp1,23 triliun dibandingkan dengan aksi beli asing yang mencapai Rp1,17 triliun.
Total saham yang diperdagangkan ada sebanyak 448 saham, untuk saham yang mengalami kenaikan ada 171 saham, 144 saham menurun, dan 133 saham lainnya bergerak stagnan.
Berdasarkan dari data Bloomberg, nilai tukar rupiah siang ini bergerak di posisi Rp13.510/US$, angka ini tercatat masih menguat jika dibandingkan dengan posisi perdagangan sebelumnya yang berada di posisi Rp13.542/US$.
Siang ini rupiah juga tercatat akan bergerak di sekitar posisi rupport Rp13.493/US$ dengan resisten di Rp13.512/US$.
Sedangkan IHSG sendiri pada sesi I siang ini semakin menguat di zona hijau dengan kenaikan sebesar 6,99 poin atau 0,12% menjadi 6.057,81.
Hingga perdagangan siang hari ini, mayoritas sektor saham dalam negeri berada di jalur positif dengan sektor pertambangan yang masih memimpin kenaikan tertinggi sebesar 0,77%, dan sektor yang mengalami penurunan yaitu properti yang turun 0,23%.
Sementara di bursa Indonesia tercatat adanya nilai transaksi sebesar Rp3,34 miliar dengan saham yang diperdagangkan sebanyak 4,42 juta saham. Transaksi bersih asing minus Rp69,81 miliar dengan melakukan aksi jual asing sebesar Rp1,23 triliun dibandingkan dengan aksi beli asing yang mencapai Rp1,17 triliun.
Total saham yang diperdagangkan ada sebanyak 448 saham, untuk saham yang mengalami kenaikan ada 171 saham, 144 saham menurun, dan 133 saham lainnya bergerak stagnan.
Langganan:
Postingan (Atom)






