Rabu, 10 Mei 2017

IHSG MENURUN TINGGALKAN LEVEL 5.700

SAVEPergerakan IHSG berakhir menurun ke posisi 5.678. Jelang libur yang kejepit, investor lokal terus melakukan aksi ambil untung.

IHSG ditutup di posisi 5.676,844, angka ini mengalami penurunan sebesar 18,212 poin atau 0,32%. Sedangkan untuk indeks LQ45 ditutup menurun 3,687 poin atau 0,39% menjadi 947.363.

Hingga perdagangan siang hari ini, seluruh indeks sektoral nyaris berada di jalur merah. Hanya dua sektor yang mengalami penguatan yaitu sektor infrastruktur yang naik sebesar 0,38% dan sektor keuangan yang naik tipis 0,14%.

Pelemahan ini terjadi di tengah pergerakan sejumlah bursa-bursa Asia yang kompak mengalami penguatan siang hari ini.

Sementara nilai tukar rupiah bergerak melemah terhadap dolar AS ke posisi Rp13.350.

Senin, 08 Mei 2017

POTENSI PELEMAHAN LAJU RUPIAH TERUS DIWASPADAI

SAVEMeski adanya sentimen positif, namun tidak banyak memberikan pengaruh terhadap pergerakan nilai tukar rupiah dimana telah memilih untuk kembali ke zona merah.

Meski penurunan yang dialami dilihat masih sementara, namun harus tetap diwaspadai jika kembali mengalami penurunan lanjutan. Berbagai sentimen yang dapat memberikan imbas terhadap penurunan lanjutan rupiah juga tetap perlu dicermati.

Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan akan berada di sekitar posisi Rp13.315 hingga ke Rp13.360/US$.

Pada awal pekan lalu, pergerakan IHSG sempat mengalami kenaikan di awal perdagangan, setelah adanya hasil rilis dari BPS yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di posisi 5,01%. Namun menjelang akhir sesi pergerakan nilai tukar rupiah kembali mengalami penurunan tipis.

Sedangkan USD cenderung bergerak turun terhadap Euro seiring dengan ekspektasi positif akan pemilihan umum Presiden di Prancis. Masih rentangnya pergerakan rupiah seiring dengan imbas pelemahan sejumlah harga komoditas, sehingga pergerakan USD terlihat menguat, meski masih melemah jika dibandingkan dengan EUR.

Sementara bertahannya tingkat suku bunga acuan The Fed pada rapat terakhirnya memberikan implikasi bahwa ada kemungkinan suku bunga akan dinaikan pada bulan Juni mendatang.

Jumat, 05 Mei 2017

SIANG INI IHSG BERGERAK NAIK

SAVEPergerakan bursa saham IHSG merespon laporan kenaikan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,01% di kuartal I-2017, angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode sama tahun 2016 lalu.

Menjelang perdagangan siang hari ini, laju IHSG mulai bergerak positif memberikan respon terhadap pengumuman pertumbuhan ekonomi RI di kuartal I-2017. Pergerakan IHSG mengalami kenaikan sebesar 12,813 poin atau 0,23% menjadi 5.682,256. Sedangkan indeks LQ45 berada di posisi 944,371, angka ini bertambah 1,392 poin atau 0,15%.

Kembali masuknya investor asing memicu penguatan laju IHSG. Sektor keuangan banyak diburu oleh investor asing yang mencatat net buy siang ini sebesar Rp141,812 miliar.

Siang ini, perdagangan juga berlangsung moderat dengan frekuensi saham yang diperdagangkan sebanyak 237.150 kali dengan saham yang ditransaksikan sebanyak 5,1 miliar lembar saham dan total nilai transaksi sebesar Rp3,8 triliun.

Sementara mayoritas bursa saham regional Asia justru mengalami pelemahan siang ini. Bursa Hong Kong mengalami pelemahan terdalam. Dan sedikitnya sentimen positif dari bursa global membuat investor wait and see.

SEKTOR ENERGI MENURUN, WALL STREET MENDATAR

SAVEPada perdagangan kemarin, bursa saham Wall Street di AS ditutup mendatar ketika sektor energi mengalami penurunan cukup dalam. Sedangkan beberapa laporan keuangan masih uat dengan indeks yang sedikit mengalami perubahan pada saat Gedung Putih mencoba untuk melakukan perbaikan Undang-undang (UU) kesehatan.

Namun sejak awal tahun, upaya Republik untuk mengubah UU kesehatan mengalami kemunduran, hal ini menimbulkan adanya pertanyaan di kalangan investor mengenai kemampuan Presiden Donald Trump untuk menetapkan agenda. Sejak pemilihan presiden, pergerakan indeks S&P 500 mengalami kenaikan hingga mencapai sebesar 11,7% didorong oleh rencana kebijakan pajak, pengeluaran infrastruktur hingga deregulasi.

Kemarin, laju indeks Dow Jones mengalami penurunan sebesar 6,43 poin atau 0,03% ke posisi 20.951,47. Indeks S&P 500 naik 1,39 poin atau 0,06% menjadi 2.389,52. Dan indeks komposit Nasdaq bertambah 2,79 poin atau 0,05% ke 6.075,34.

Sektor energi mengalami penurunan sebesar 1,9%, angka ini merupakan posisi untuk menjadi yang terendah seiring dengan kejatuhan beberapa saham seperti Exxon Mobil yang turun 1,3% dan Chevron yang turun sebesar 1,8%, membuat indeks S&P terbebani. Selain itu, investor juga masih mencoba untuk memahami pernyataan dari The Fed atau Bank Sentral AS mengenai tingkat suku bunga acuannya yang masih tetap dijaga, meski belum menutup kemungkinan kenaikan bertahap tahun ini.

Kamis, 04 Mei 2017

SIANG INI RUPIAH MELEMAH, IHSG STABIL

SAVEPada perdagangan sesi I siang hari ini, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS semakin memburuk. Sedangkan IHSG siang ini masih stabil di zona hijau.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah siang ini berada di posisi Rp13.322/US$, angka ini melemah jika dibandingkan dengan posisi perdagangan sebelumnya di Rp13.308/US$.

Siang ini, pergerakan rupiah tercatat berada di sekitar posisi Rp13.310 hingga ke Rp13.336/US$.

IHSG sendiri pada sesi I siang ini, tercatat masih bertahan di zona hijau dengan kenaikan sebesar 16,58 poin atau 0,29% menjadi 5.663,5.

Hingga perdagangkan siang hari ini, sektor saham dalam negeri secara keseluruhan berada di jalur positif. Sektor yang mengalami kenaikan tertinggi dialami oleh sektor keuangan naik sebesar Rp1,30%. Dan sektor yang mengalami pelemahan terdalam yaitu sektor pertambangan dan sektor aneka industri yang masing-masing turun sebesar 1,24%-1,03%.

Sementara di bursa saham Indonesia tercatat adanya nilai transaksi sebesar Rp4,94 miliar dengan saham yang diperdagangkan sebanyak 17,21 juta saham, dan transaksi bersih asing minus Rp790,1 miliar, dengan aksi jual asing sebesar Rp2,41 triliun dibandingkan dengan aksi beli asing yang mencapai Rp1,62 triliun.

Total saham yang diperdagangkan ada sebanyak 405 saham, saham yang mengalami kenaikan ada sebanyak 124 saham, 181 saham menurun, dan 100 saham lainnya stagnan.

Rabu, 03 Mei 2017

IHSG BALIK KE ZONA MERAH, RUPIAH MENGUAT KE LEVEL Rp13.297/US$

SAVEPada perdagangan sesi I siang hari ini, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih terus bertahan menguat. Kondisi ini di tengah balik memerahnya laju IHSG siang ini.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah siang ini berada di posisi Rp13.297/US$, angka ini lebih baik jika dibandingkan dengan posisi perdangan sebelumnya di Rp13.312/US$.

Pergerakan rupiah tercatat akan berada di sekitar posisi Rp13.291 hingga ke Rp13.307/US$.

Sedangkan IHSG siang ini, balik ke zona merah dengan penurunan sebesar 2,71 poin atau 0,05% menjadi 5.673,10.

Hingga perdagangan siang hari ini, sektor saham dalam negeri mayoritas berada di jalur negatif dengan sektor yang mengalami penurunan terdalam yaitu infrastruktur yang turun 0,87% dan sektor yang mengalami kenaikan tertinggi yaitu sektor konsumen yang naik 0,67%.

Sementara di bursa saham Indonesia tercatat adanya nilai transaksi sebesar Rp3,65 miliar dengan 4,97 juta saham yang diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp202,8 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,45 triliun dibandingkan dengan aksi beli asing yang mencapai sebesar Rp1,65 triliun.

Selasa, 02 Mei 2017

DOLAR AS MELEMAH KE LEVEL Rp13.330

SAVEHari ini, pergerakan kurs dolar AS mengalami pelemahan terhadap rupiah. Berdasarkan dari data perdagangan Reuters, Selasa (2/5/2017), pergerakan dolar AS berada di posisi Rp13.330, angka ini menurun jika dibandingkan dengan posisi sore pekan lalu yang berada di Rp13.335.

Pagi ini The Greenback juga sempat mencapai ke posisi tertingginya di Rp13.355, namun mata uang Paman Sam ini mendadak anjlok hingga ke posisi terendahnya di Rp13.305 ke zona merah.

Dolar AS juga sempat naik lagi, namun kembali menurun di jalur negatif. Hingga menjelang perdagangan siang hari ini dolar AS masih berada di sekitar posisi Rp13.312.

Laju mata uang Paman Sam ini diwarnai pergerakan West Texas Intermediate Crude oil yang turun ke posisi terendahnya sejak 1 bulan terakhir di US$48,73/barel.

Hal ini terjadi dikarenakan eksportir minyak Aramco milik pemerintah Arab yang melakukan pemotongan harga untuk harga minyak Asia.