Kamis, 07 April 2016

SIANG INI RUPIAH DAN IHSG MASIH BETAH DI ZONA POSITIF

SAVE - Pada perdagangan siang hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih mengalami penguatan, meski dalam pergerakannya rupiah sempat menyentuh posisi Rp13.200/US$. Penguatan ini sejalan dengan laju IHSG yang masih bertahan di zona positif.

Berdasarkan data Bloomberg, siang ini rupiah tercatat berada di posisi Rp13.190/US$. Angka tersebut membaik jika dibandingkan dengan penutupan kemarin di Rp13.238/US$.

Sementara menurut data Yahoo Finance, rupiah siang ini berada di posisi Rp13.195/US$, dengan pergerakan setiap harinya di sekitar posisi Rp13.195 hingga Rp13.215/US$. Angka tersebut menguat 40 poin dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp13.235/US$.

Dan berdasarkan Jisdor BI, rupiah berada di posisi Rp13.197/US$, angka ini tercatat semakin menguat dibandingkn dengan posisi kemarin di Rp13.223/US$.

Sementara IHSG sendiri pada sesi I siang ini masih bertahan di zona hijau dengan penguatan 14,38 poin atau 0,03% menjadi 4.882,61. Sedangkan pada pembukaan pagi tadi, bursa saham Tanah Air IHSG menguat 18,66 poin atau 0,38% menjadi 4.886,89. 

Rabu, 06 April 2016

HARGA EMAS ANTAM MENGUAT Rp7.000/GRAM

SAVE - Hari ini, harga emas batangan atau Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan sebesar Rp7.000/gram. Dan harga pembelian kembali atau buyback juga meningkat Rp7.000/gram.

Berdasarkan dari situs perdagangan Logam Mulia Antam, Rabu (6/4/2016), hari ini pembukaan harga emas batangan pecahan 1 gram berada di posisi Rp566.000/gram, angka tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp7.000/gram dari posisi perdagangan kemarin di Rp559.000/gram.

Sementara untuk harga pembelian kembali atau buyback oleh emiten berkode ANTM berada di posisi Rp517.000/gram, angka ini naik Rp7.000/gram jika dibandingkan dengan perdagangan kemarin di Rp510.000/gram.

Berikut ini adalah daftar harga emas Antam hari ini:

-500 gram Rp263.3000.000
-250 gram Rp131.750.000
-100 gram Rp52.750.000
-50 gram Rp26.400.000
-25 gram Rp13.225.000
-10 gram Rp5.320.000
-5 gram Rp2.685.000
-1 gram Rp566.000 

Selasa, 05 April 2016

BI RATE DITURUNKAN, WASKITA KARYA TERUS TERBITKAN OBLIGASI

SAVE - Bank Indonesia (BI) yang telah melakukan penurunan terhadap tingkat suku bunga acuan atau BI rate, membuat PT Waskita Karya Tbk (WSKT) terus melakukan penerbitan obligasi berkelanjutan hingga tahun mendatang sebesar Rp5 triliun.

M Choliq, seorang Direktur Utama Waskita menuturkan, perusahaan telah memutuskan untuk melakukan penerbitan obligasi lantaran saat ini tingkat bunganya sudah rendah, sehingga tidak memberikan beban. “Saat ini obligasi menjadi lebih menarik karena BI rate turun. Oleh karena itu kami akan menerbitkan obligasi berkelanjutan,” ucapnya, Selasa (5/4/2016).

Selain itu beliau juga menjelaskan, di tahun ini perusahaan akan menerbitkan obligasi terutama sebesar Rp2 triliun, dan sisanya akan dilakukan untuk tahun mendatang. “Kita sudah masukan OJK, dua bulan setelah filing sudah di OJK, jadi Mie atau Juni sudah dapat diterbitkan,” kata Choliq. 

Dana dari obligasi tersebut akan digunakan untuk memperkuat permodalan perseroan sebesar 70% dan yang 30% akan digunakan untuk menyunting modal ke anak perusahaannya.

Senin, 04 April 2016

IHSG BERAKHIR MEMBAIK SAAT JEDA SIANG

SAVE - Pada pembukaan pagi tadi, pergerakan IHSG sempat dibuka memerah, namun pada jeda siang ini ditutup balik ke zona hijau dengan penguatan 5,96 poin atau 0,12% menjadi 4.849,14.

Berdasarkan dari data RTI, pada pukul 10.00 WIB, pergerakan IHSG sempat menyentuh ke posisi tertingginya di 4.864,97, namun beberapa menit kemudian IHSG menurun meski masih berada di zona hijau.

Hingga jeda siang ini, volume perdagangan saham mencapai 2,44 miliar dengan nilai sebesar Rp2,22 triliun.

Ada sebanyak 141 saham yang ditutup mengalami kenaikan, 127 saham ditutup menurun dan saham yang tetap ada 82. 

Tercatat net foreign buy di seluruh papan perdagangan mencapai sebesar Rp200,1 miliar. Sementara ada beberapa saham yang diincar, diantaranya yaitu SILO, PGAS, GGRM, ASII dan SMGR.

HARGA MINYAK DUNIA KEMBALI MEROSOT

SAVE - Pada perdagangan awal pekan ini, pergerakan harga minyak dunia mengalami penurunan, lantaran adanya kepastian produsen di wilayah Timur Tengah mengenai persetujuan untuk menahan kelebihan pasokan.

Melansir dari Reuters, Senin (4/4/2016), untuk pengiriman bulan mendatang harga minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan sebesar US$36,23/barel pada pukul 00.14 GMT, atau mengalami penurunan lebih dari setengah dolar AS dari posisi penutupan mereka. Selain itu, harga minyak brent juga mengalami penurunan 45 sen menjadi US$38,22/barel.

Penurunan harga minyak memperpanjang dari posisi akhir pekan lalu, saat Arab Saudi mengatakan hanya akan berpartisipasi dalam pembekuan prooduksi global jika Iran juga mengabil bagian.

Kekhawatiran terhadap kelebihan minyak global yang telah ditarik kebawah harga hingga sebanyak 70% sejak 2014, membuat produksi minyak AS tetap berkeras meski pemotongan curam dalam pengeboran cadangan baru serta lonjakan. Pada pekan lalu, jumlah rig di AS mengalami penurunan 10 menjadi 362 rig aktif.  

Jumat, 01 April 2016

SUKU BUNGA BISA TURUN, JIKA INFLASI JUGA TURUN

SAVE - Bank Indonesia (BI) menilai ada baiknya jika hingga akhir tahun ini inflasi ditahan di bawah angka 4,5%. Sebab pergerakan inflasi akan sangat mempengaruhi bbesarnya suku bunga deposit maupun kredit perbankan.

Inflasi merupakan salah satu faktor utama suku bunga. Artinya, suku bunga dana pastinya akan lebih besar dari inflasi. Oleh kerena itu, jika menginginkan suku bunga rendah, maka inflasi juga harus rendah.

“Ada baiknya jika inflasi terjaga dibawah 4,5%, karena salah satu faktor yang menentukan suku bunga dana yaitu inflasi jadi kalau suku bunga dana ingin turun inflasinya harus turun,” ucap Deputi Gebernur Senior BI, Mirza Adityaswara, Jumat (1/4/2016).
Selain inflasi, faktor lain yang mempengaruhi suku bunga kredit yaitu ketersediaan liduiditas.

Inflasi pada Maret tercatat berada di angka 0,19% (mom) maka inflasi year on year akan mencapai 4,45%. Oleh karena itu, ada baiknya pemerintah harus selalu menjaga inflasi agar tidak melebihi 4,5%.

BPS MENCATAT INFLASI PADA MARET BERADA DI 0,19%

SAVE - Tercatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat inflasi pada bulan Maret 2016 berada di angka 0,19%. Dan inflasi setiap tahunnya atau yoy (year on year) yaitu 4,45%.

Sementara untuk inflasi tahun kalender (year to date) berada di angka 0,62%. Sedangkan inflasi inti tercatat sebesar 0,21%, dan secara yoy 3,5%.

“Dari 82 kota IHK, ada sebanyak 58 kota yang mengalami inflasi dan ada 24 kota yang terkena deflasi,” ucap Kepala BPS, Suryamin, Jumat (1/4/2016).

Bukit tinggi merupakan kota yang mengalami inflasi tertinggi di angka 1,18% dan terendah berada di Malang dan Yogyakarta yaitu 0,02%. Sementara deflasi tertinggi berada di Tanjung Pandan 1,22%. 

Saat ini inflasi berada di angka 0,19%, angka tersebut tergolong cukup terkendali jika dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Jadi di tahun lalu angka inflasi ada yang lebih rendah dan lebih tinggi.