Senin, 06 November 2017

SEMPAT MENURUN, IHSG BALIK KE ZONA HIJAU

SAVE - Pada sesi I pagi ini, Senin (6/11/2017), pergerakan IHSG dibuka menurun di zona merah. Namun, terjadinya aksi beli selektif mampu mendorong IHSG berbalik ke jalur positif.

IHSG dibuka di posisi 6.030,780, angka ini tercatat menurun 8,792 poin atau 0,15%. Sedangkan Indeks LQ45 juga dibuka terkoreksi 1,663 poin atau 0,21% ke posisi 1.003,886.

Beberapa menit kemudian, pergerakan IHSG mendadak naik tipis 4,334 poin atau 0,07% ke 6.043,876. Dan Indeks LQ45 bergerak di posisi 1.007,059, angka ini juga sedikit meningkat 1,510 poin atau 0,15%.

Pergerakan IHSG pada pekan lalu juga sempat mengalami penurunan hingga ke zona merah, namun IHSG berbalik ke jalur positif didorong oleh ramainya transaksi yang menyentuh ke Rp9,2 triliun, dan berhasil balik ke posisi 6.000.

Sementara bursa-bursa di kawasan Asia mayoritas dibuka melemah pagi ini. Minyak dunia yang diperdagangkan di atas US$55/barel diharapkan dapat mendorong sentimen saham di sektor komoditas.

Jumat, 03 November 2017

RUPIAH SEMAKIN MENGUAT, IHSG BERBALIK MELEMAH

SAVEPada perdagangan sesi I siang hari ini, pergerakan nilai tukar rupiah mengalami penguatan terhadap dolar AS. Kondisi ini di tengah berbaliknya laju IHSG siang ini ke zona merah.

Berdasarkan dari data Bloomberg, nilai tukar rupiah siang ini bergerak di posisi Rp13.473/US$, angka ini menguat sebesar 79 poin atau 0,58% dari posisi perdagangan sebelumnya di Rp13.552/US%.

IHSG sendiri, pada sesi I siang ini bergerak melemah ke zona merah dengan penurunan sebesar 38,30 poin atau 0,64% menjadi 5.992,80.

Hingga perdagangan siang hari ini, hampir seluruh sektor saham dalam negeri berada di jalur negatif, hanya satu sektor yang bergerak positif yaitu konsumer yang naik 0,12%.

Sementara di bursa Indonesia tercatat adanya nilai transaksi sebesar Rp4,29 triliun dari total saham yang diperdagangkan ada sebanyak 4,51 miliar lot saham. Asing juga tercatat melakukan transaksi bersih minus Rp457,93 miliar dengan aksi jual asing sebanyak Rp1,81 triliun dibandingkan dengan aksi beli asing yang mencapai Rp1,35 triliun.

KISARAN LAJU IHSG HARI INI

SAVEPergerakan IHSG hari ini, diperkirakan akan berada di sekitar posisi support 5.942 dengan resisten di 6.088.

Pola pergerakan IHSG yang saat ini tengah bergerak dari rentang konsolidasinya ke arah yang lebih tinggi terlihat masih memiliki potensi yang cukup besar untuk kembali bergerak ke posisi yang lebih baik.

Selain itu, pergerakan IHSG hari ini kemungkinan masih akan kembali mencetak rekor barunya yang didorong oleh harapan akan kembalinya capital inflow yang dapat membanjiri pergerakan IHSG dalam beberapa waktu ke depan.

Sementara pergerakan IHSG hari ini, kemungkinan masih akan mengalami penguatan. Meski pada penutupan perdagangan kemarin gagal untuk melanjutkan penguatannya.

Kamis, 02 November 2017

INFLASI OKTOMBER 2017 DI 0,01%

SAVEBerdasarkan dari pernyataan BPS (Badan Pusat Statistik), inflasi untuk Oktober 2017 tercatat ada sebesar 0,01%. Dan secara tahunan atau year on year berada di 3,58%.

Gubernur BI, Agus Martowardojo menganggap bahwa hal tersebut sejalan dengan terget yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dan BI sebelumnya 4 plus minus 1%.

Selain itu, angka inflasi tersebut juga dinilai lantaran volatile food yang secara bulanan masih belum membaik sehingga masih ada penyesuaian harga.

Sumber inflasi ini antara lain datang dari makanna, minuman, rokok, cabai, besar yang masih memberikan tekanan. Namun juga terjadi pada bawang merah.

Angka inflasi yang rendah juga tidak lepas dari peran pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang melakukan koordinasi dengan tim pengendali inflasi daerah.

Sementara inflasi di tahun 2018 mendatang diperkirakan akan berada di sekitar 3,5 plus minus 1%, atau berada di bawah 4% di tahun 2017 ini.

IHSG KEMBALI CETAK INTRADAY DI 6.082

SAVELaju IHSG siang ini masih terus mengalami penguatan dan kembali mencapai ke posisi intraday setelah kemarin ditutup mencetak rekor ke 6.038.

Pergerakan IHSG belum berhenti untuk terus mencetak kenaikan tertinggi. Siang ini IHSG bergerak positif dengan kenaikan 26,003 poin atau 0,43% menjadi 6.064,149. Sedangkan Indeks LQ45 juga bergerak naik 7,767 poin atau 0,78% ke posisi 1.008,057.

IHSG juga sempat bergerak di posisi tertingginya siang ini di 6.082,229, angka ini merupakan posisi tertinggi yang dijadikan sebagai intraday. Dan posisi terendahnya tercatat berada di sekitar 6.042,945.

Penguatan yang terjadi pada IHSG ini tidak terpengaruh ramainya aksi jual asing yang telah mencapai sebesar Rp4,6 triliun asing ini.

Perdagangan IHSG hari ini diwarnai dengan transaksi tutup sendiri atau crossing pada saham dua emiten yaitu Bank Sinarmas (BSIM) dan Sinarmas Multiartha (SMMA).

Hari ini, perdagangan saham terlihat sangat ramai dengan frekuensi saham yang diperdagangkan mencapai 183.414 kali dengan transaksi sebanyak 6,6 miliar lembar saham atau senilai Rp8,1 triliun.

Sementara siang ini, bursa-bursa di kawasan Asia justru bergerak menurun. Hanya bursa saham Jepang yang masih bertahan di jalur positif.

Rabu, 01 November 2017

ANTISIPASI TERHADAP PELEMAHAN RUPIAH

SAVEPemerintah dan Bank Indonesia (BI) diharapkan memberi perhatian khusus terhadap pelemahan nilai tukar rupiah ke posisi terendah pada akhir pekan lalu, yang hanya berselang kurang dari satu minggu sejak APBN 2018 disahkan.

Nilai tukar rupiah yang mengalami penurunan hingga ke Rp13.609/US$ pada perdagangan kemarin, merupakan posisi terendah sejak Juli 2016. Meski dua hari ini mulai membaik, namun pelemahan rupiah ini telah melebihi mata uang regional lainnya.

Meski dalam APBN 2018 pemerintah masih terus melakukan penyusunan anggaran dalam kacamata optimistis, namun hal tersebut masih kurang realistis.

Selain itu, BI juga menyatakan bahwa 50% fluktuasi nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh eksternal. Jika BI terkejut dengan penurunan nilai tukar rupiah pada pekan lalu, ini menunjukan bahwa perhitungan dan antisipasi mereka terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah dan perkembangan ekonomi dunia masih belum cermat.

Sementara jumlah utang yang semakin tinggi dan akan jatuh tempo dalam dua tahun ke depan, dengan total Rp810 triliun, mestinya dapat mendorong pemerintah untuk mempersiapkan sejenis protokol krisis ekonomi. 

SIANG INI IHSG MENGUAT 9 POIN

SAVESiang ini, pergerakan bursa saham IHSG masih bertahan di jalur positif meski dalam rentang yang relatif lebih tipis dibandingkan dengan posisi perdagangan pagi tadi.

IHSG bergerak menguat meski dalam rentang yang lebih tipis. IHSG siang ini bergerak di posisi 6.015,214, angka ini naik 9,430 poin atau 0,16%. Sedangkan Indeks LQ45 bertambah 2,765 poin atau 0,28% menjadi 994,984.

Laju IHSG juga sempat mengalami kenaikan tertinggi siang ini di 6.028,906, dan posisi terendahnya siang ini berada di 6.008,469.

Perdagangan IHSG siang ini terlihat ramai dengan dominan aksi jual asing yang tercatat jual bersih sebesar Rp262,71 miliar.

Hingga perdagangan siang hari ini, frekuensi saham yang diperdagangkan mencapai 158,639 kali transaksi dengan volume perdagangan sebesar 4,2 miliar lembar saham atau senilai Rp4,6 triliun.

IHSG yang mengalami kenaikan tipis didorong oleh penguatan 5 sektor saham dalam negeri, dan sektor pertambangan mengalami kenaikan tertinggi sebesar 1,29%.