SAVE -
Pada sesi I pagi ini, Senin (6/11/2017), pergerakan IHSG dibuka menurun di zona merah. Namun, terjadinya aksi beli selektif mampu mendorong IHSG berbalik ke jalur positif.
IHSG dibuka di posisi 6.030,780, angka ini tercatat menurun 8,792 poin atau 0,15%. Sedangkan Indeks LQ45 juga dibuka terkoreksi 1,663 poin atau 0,21% ke posisi 1.003,886.
Beberapa menit kemudian, pergerakan IHSG mendadak naik tipis 4,334 poin atau 0,07% ke 6.043,876. Dan Indeks LQ45 bergerak di posisi 1.007,059, angka ini juga sedikit meningkat 1,510 poin atau 0,15%.
Pergerakan IHSG pada pekan lalu juga sempat mengalami penurunan hingga ke zona merah, namun IHSG berbalik ke jalur positif didorong oleh ramainya transaksi yang menyentuh ke Rp9,2 triliun, dan berhasil balik ke posisi 6.000.
Sementara bursa-bursa di kawasan Asia mayoritas dibuka melemah pagi ini. Minyak dunia yang diperdagangkan di atas US$55/barel diharapkan dapat mendorong sentimen saham di sektor komoditas.
SAVE -
Pada perdagangan sesi I siang hari ini, pergerakan
nilai tukar rupiah mengalami penguatan terhadap dolar AS. Kondisi ini di tengah
berbaliknya laju IHSG siang ini ke zona merah.
Berdasarkan dari data Bloomberg,
nilai tukar rupiah siang ini bergerak di posisi Rp13.473/US$, angka ini menguat
sebesar 79 poin atau 0,58% dari posisi perdagangan sebelumnya di Rp13.552/US%.
IHSG
sendiri, pada sesi I siang ini bergerak melemah ke zona merah dengan penurunan
sebesar 38,30 poin atau 0,64% menjadi 5.992,80.
Hingga perdagangan siang hari
ini, hampir seluruh sektor saham dalam negeri berada di jalur negatif, hanya
satu sektor yang bergerak positif yaitu konsumer yang naik 0,12%.
Sementara di
bursa Indonesia tercatat adanya nilai transaksi sebesar Rp4,29 triliun dari
total saham yang diperdagangkan ada sebanyak 4,51 miliar lot saham. Asing juga
tercatat melakukan transaksi bersih minus Rp457,93 miliar dengan aksi jual
asing sebanyak Rp1,81 triliun dibandingkan dengan aksi beli asing yang mencapai
Rp1,35 triliun.
SAVE -
Pergerakan IHSG hari ini, diperkirakan akan berada di
sekitar posisi support 5.942 dengan resisten di 6.088.
Pola pergerakan IHSG yang
saat ini tengah bergerak dari rentang konsolidasinya ke arah yang lebih tinggi
terlihat masih memiliki potensi yang cukup besar untuk kembali bergerak ke
posisi yang lebih baik.
Selain itu, pergerakan IHSG hari ini kemungkinan masih
akan kembali mencetak rekor barunya yang didorong oleh harapan akan kembalinya
capital inflow yang dapat membanjiri pergerakan IHSG dalam beberapa waktu ke
depan.
Sementara pergerakan IHSG hari ini, kemungkinan masih akan mengalami
penguatan. Meski pada penutupan perdagangan kemarin gagal untuk melanjutkan
penguatannya.
SAVE -
Berdasarkan dari pernyataan BPS (Badan Pusat
Statistik), inflasi untuk Oktober 2017 tercatat ada sebesar 0,01%. Dan secara
tahunan atau year on year berada di 3,58%.
Gubernur BI, Agus Martowardojo menganggap
bahwa hal tersebut sejalan dengan terget yang sudah ditetapkan oleh pemerintah
dan BI sebelumnya 4 plus minus 1%.
Selain itu, angka inflasi tersebut juga
dinilai lantaran volatile food yang secara bulanan masih belum membaik sehingga
masih ada penyesuaian harga.
Sumber inflasi ini antara lain datang dari makanna,
minuman, rokok, cabai, besar yang masih memberikan tekanan. Namun juga terjadi
pada bawang merah.
Angka inflasi yang rendah juga tidak lepas dari peran
pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang melakukan koordinasi dengan tim
pengendali inflasi daerah.
Sementara inflasi di tahun 2018 mendatang
diperkirakan akan berada di sekitar 3,5 plus minus 1%, atau berada di bawah 4%
di tahun 2017 ini.
SAVE -
Laju IHSG siang ini masih terus mengalami penguatan dan
kembali mencapai ke posisi intraday setelah kemarin ditutup mencetak rekor ke 6.038.
Pergerakan
IHSG belum berhenti untuk terus mencetak kenaikan tertinggi. Siang ini IHSG
bergerak positif dengan kenaikan 26,003 poin atau 0,43% menjadi 6.064,149.
Sedangkan Indeks LQ45 juga bergerak naik 7,767 poin atau 0,78% ke posisi
1.008,057.
IHSG juga sempat bergerak di posisi tertingginya siang ini di
6.082,229, angka ini merupakan posisi tertinggi yang dijadikan sebagai
intraday. Dan posisi terendahnya tercatat berada di sekitar 6.042,945.
Penguatan
yang terjadi pada IHSG ini tidak terpengaruh ramainya aksi jual asing yang telah
mencapai sebesar Rp4,6 triliun asing ini.
Perdagangan IHSG hari ini diwarnai
dengan transaksi tutup sendiri atau crossing pada saham dua emiten yaitu Bank
Sinarmas (BSIM) dan Sinarmas Multiartha (SMMA).
Hari ini, perdagangan saham
terlihat sangat ramai dengan frekuensi saham yang diperdagangkan mencapai 183.414
kali dengan transaksi sebanyak 6,6 miliar lembar saham atau senilai Rp8,1
triliun.
Sementara siang ini, bursa-bursa di kawasan Asia justru bergerak
menurun. Hanya bursa saham Jepang yang masih bertahan di jalur positif.
SAVE -
Pemerintah dan Bank
Indonesia (BI) diharapkan memberi perhatian khusus terhadap pelemahan nilai tukar
rupiah ke posisi terendah pada akhir pekan lalu, yang hanya berselang kurang
dari satu minggu sejak APBN 2018 disahkan.
Nilai tukar rupiah yang mengalami penurunan
hingga ke Rp13.609/US$ pada perdagangan kemarin, merupakan posisi terendah
sejak Juli 2016. Meski dua hari ini mulai membaik, namun pelemahan rupiah ini
telah melebihi mata uang regional lainnya.
Meski dalam APBN 2018 pemerintah
masih terus melakukan penyusunan anggaran dalam kacamata optimistis, namun hal
tersebut masih kurang realistis.
Selain itu, BI juga menyatakan bahwa 50%
fluktuasi nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh eksternal. Jika BI terkejut
dengan penurunan nilai tukar rupiah pada pekan lalu, ini menunjukan bahwa perhitungan
dan antisipasi mereka terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah dan perkembangan
ekonomi dunia masih belum cermat.
Sementara jumlah utang yang semakin tinggi dan
akan jatuh tempo dalam dua tahun ke depan, dengan total Rp810 triliun, mestinya
dapat mendorong pemerintah untuk mempersiapkan sejenis protokol krisis ekonomi.
SAVE -
Siang ini, pergerakan
bursa saham IHSG masih bertahan di jalur positif meski dalam rentang yang
relatif lebih tipis dibandingkan dengan posisi perdagangan pagi tadi.
IHSG
bergerak menguat meski dalam rentang yang lebih tipis. IHSG siang ini bergerak
di posisi 6.015,214, angka ini naik 9,430 poin atau 0,16%. Sedangkan Indeks
LQ45 bertambah 2,765 poin atau 0,28% menjadi 994,984.
Laju IHSG juga
sempat mengalami kenaikan tertinggi siang ini di 6.028,906, dan posisi
terendahnya siang ini berada di 6.008,469.
Perdagangan IHSG siang ini terlihat
ramai dengan dominan aksi jual asing yang tercatat jual bersih sebesar Rp262,71
miliar.
Hingga perdagangan siang hari ini, frekuensi saham yang diperdagangkan
mencapai 158,639 kali transaksi dengan volume perdagangan sebesar 4,2 miliar
lembar saham atau senilai Rp4,6 triliun.
IHSG yang mengalami kenaikan tipis
didorong oleh penguatan 5 sektor saham dalam negeri, dan sektor pertambangan
mengalami kenaikan tertinggi sebesar 1,29%.