SAVE - Pada perdagangan sesi I siang ini, Selasa (19/7/2016),
pergerakan IHSG mengalami penguatan sebesar 48,54 poin atau 0,95% menjadi
5.176,04.
Penguatan indeks ini dipicu oleh sentimen dari pelaksanaan tax amnesty
dan tata cara pelaksanaan dana repatriasi.
Pada jeda siang ini, nilai transaksi
saham mencapai sebesar Rp4,189 triliun dari 3,72 miliar saham yang diperdagangkan.
Dan nilai transaksi bersih asing sebesar Rp120,5 miliar dengan nilai jual asing
Rp1,38 triliun sedangkan nilai beli asing sebesar Rp1,50 triliun.
Dari total 375
saham yang diperdagangkan, ada sebanyak 154 saham yang mengalami kenaikan, 117
saham menurun, dan 104 saham lainnya stagnan. Selain itu, sektor saham keuangan
memimpin penguatan 1,60%, dan diikuti oleh sektor aneka industri yang menguat
1,26%. Sementara sektor perkebunan mengalami tekanan yang menurun sebesar
0,65%.
Pada jeda siang ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami
penguatan sebesar 30 poin atau 0,23% menjadi Rp13.057/US$, penguatan ini
seiring dengan pergerakan IHSG pada sesi I siang ini.
Sebelumnya, pada pembukaan
pagi tadi nilai tukar rupiah mengalami penguatan tipis 2 poin atau 0,02% ke
posisi Rp13.085/US$.
Berdasarkan kurs Jisdor BI, rupiah dibuka di posisi
Rp13.086/US$, angka tersebut menguat 26 poin atau 0,19% dari posisi penutupan
perdagangan sebelumnya di Rp13.112/US$.
Sementara di pasar uang, indeks USD pada
Selasa ini dibuka datar 96,58. Berdasarkan Reuters, Selasa (19/7/2016), menyatakan
meski data payroll Amerika Serikat yang dikeluarkan awal bulan ini cukup kuat,
namun masih belum memberikan dampak besar terhadap greenback.
Selasa, 19 Juli 2016
AKIBAT KELEBIHAN PASOKAN HARGA MINYAK MENTAH JATUH
SAVE - Hari ini harga minyak di perdagangan Asia mengalami
penurunan lantaran adanya kekhawatiran pasar terhadap kelebihan pasokan minyak
mentah. Berdasarkan dari Reuters,
Selasa (19/7/2016), harga minyak mentah mengalami penurunan 1% lebih dari sesi
sebelumnya.
West Texas Intermediate (WTI) yang dikenal sebagai minyak mentah AS mengalami penurunan sebesar 13 sen menjadi US$45,11/barel pada 20:21 ET setelah pada sesi sebelumnya menetap di 71 sen atau 1,6%. Sedangkan untuk minyak mentah Brent mengalami penurunan 9 sen menjadi US$46,87/barel setelah menyelesaikan sesi sebelumnya, menurun 65 sen atau 1,4%.
Akibat kekhawatiran pasokan membuat harga minyak mengalami penurunan, karena gangguan pasokan di Turki sudah berkurang. Minyak mentah terus mengalir melalui Turki tanpa hambatan setelah kudeta militer yang gagal.
Di Amerika Serikat, Eropa dan Asia persediaan bahan bakar yang penuh hingga puncak musim panas, membuat banyak pedagang lebih memilih untuk menyimpan stok minyak mentah.
West Texas Intermediate (WTI) yang dikenal sebagai minyak mentah AS mengalami penurunan sebesar 13 sen menjadi US$45,11/barel pada 20:21 ET setelah pada sesi sebelumnya menetap di 71 sen atau 1,6%. Sedangkan untuk minyak mentah Brent mengalami penurunan 9 sen menjadi US$46,87/barel setelah menyelesaikan sesi sebelumnya, menurun 65 sen atau 1,4%.
Akibat kekhawatiran pasokan membuat harga minyak mengalami penurunan, karena gangguan pasokan di Turki sudah berkurang. Minyak mentah terus mengalir melalui Turki tanpa hambatan setelah kudeta militer yang gagal.
Di Amerika Serikat, Eropa dan Asia persediaan bahan bakar yang penuh hingga puncak musim panas, membuat banyak pedagang lebih memilih untuk menyimpan stok minyak mentah.
Selasa, 12 Juli 2016
PAGI INI DOLAR AS BERGERAK MENGUAT
SAVE - Pagi hari ini, kurs dolar AS kembali mengalami penguatan
terhadap rupiah. Pergerakan mata uang Paman Sam ini berada di sekitar posisi
Rp13.100.
Berdasarkan data perdagangan Reuters, Selasa (12/7/2016), pagi ini pembukaan dolar AS berada di posisi Rp13.119, angka tersebut menguat jika dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp13.096.
Dolar AS terus bergerak naik hingga menyentuh posisi tertingginya pagi ini di Rp13.155.
Pergerakan dolar AS sempat mengalami pelemahan hingga mencapai posisi terendahnya di Rp13.118.
Hingga pukul 09.24 WIB, dolar AS berada di posisi Rp13.135.
Jika dilihat secara year to data (ytd), dolar AS masih melemah terhadap rupiah sebesar 4,8%.
Berdasarkan data perdagangan Reuters, Selasa (12/7/2016), pagi ini pembukaan dolar AS berada di posisi Rp13.119, angka tersebut menguat jika dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp13.096.
Dolar AS terus bergerak naik hingga menyentuh posisi tertingginya pagi ini di Rp13.155.
Pergerakan dolar AS sempat mengalami pelemahan hingga mencapai posisi terendahnya di Rp13.118.
Hingga pukul 09.24 WIB, dolar AS berada di posisi Rp13.135.
Jika dilihat secara year to data (ytd), dolar AS masih melemah terhadap rupiah sebesar 4,8%.
AWAL PEKAN WALL STREET POSITIF
SAVE - Pada perdagangan awal pekan kemarin, Senin (11/7/2016),
pergerakan bursa saham Wall Street ditutup membaik. Akibat mulai meningkatnya
data ekonomi dan berkurangnya imbas hasil obligasi di AS, pergerakan indeks
S&P 500 mencetak rekor barunya di 2.137,16 yang sebelumnya sempat berada di
2.130,82 pada 21 Mie 2015 lalu, hal ini juga membuat para investor beralih ke pasar
saham.
Walaupun demikian, para investor masih melihat seberapa besar daya tahan ekonomi AS menghadapi ekonomi global yang stagnan, serta adanya keputusana Inggris yang keluar dari Uni Eropa.
Pada perdagangan kemarin, indeks Dow Jones mengalaminkenaikan sebesar 80,19 poin atau 0,44% menjadi 18.226,93. Indeks S&P 500 meningkat 7,26 poin atau 0,34% menjadi 2.137,16. Dan untuk indeks Nasdaq Composite bertambah 31,88 poin atau 0,64% menjadi 4.988,64.
Sementara saham yang ditransaksikan ada sekitar 6,26 miliar lembar saham. Angka tersebut berada di bawah rata-rata tranasksi setiap harinyadi 7,84 miliar lembar dalam 20 hari terakhir.
Walaupun demikian, para investor masih melihat seberapa besar daya tahan ekonomi AS menghadapi ekonomi global yang stagnan, serta adanya keputusana Inggris yang keluar dari Uni Eropa.
Pada perdagangan kemarin, indeks Dow Jones mengalaminkenaikan sebesar 80,19 poin atau 0,44% menjadi 18.226,93. Indeks S&P 500 meningkat 7,26 poin atau 0,34% menjadi 2.137,16. Dan untuk indeks Nasdaq Composite bertambah 31,88 poin atau 0,64% menjadi 4.988,64.
Sementara saham yang ditransaksikan ada sekitar 6,26 miliar lembar saham. Angka tersebut berada di bawah rata-rata tranasksi setiap harinyadi 7,84 miliar lembar dalam 20 hari terakhir.
Jumat, 01 Juli 2016
BPS: SEHARUSNYA RUPIAH MENGUAT TERHADAP POUNDSTERLING DAN EURO
SAVE - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat
Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo menilai, efek keluarnya Inggris dari Uni
Eropa atau Brexit diperkirakan akan memberikan pengaruh baik bagi Indonesia.
Terjadinya Brexit ini seharusnya dapat memperkuat nilai tukar rupiah terhadap poundsterling dan euro. Secara keseluruhan dampak Brexit ini akan membuat mata uang dibeberapa negara akan berfluktuatif.
“Seharusnya rupiah bisa menguat, lantaran pelemahan poundsterling dianggap daya tawarnya terhadap nagara lain mengecil, termasuk Indonesia,” ucap Sasmito, Jumat (1/7/2016).
Pada saat terjadinya transisi tersebut , baik terhadap poundsterling atau euro akan mengalami pelemahan, tidak hanya di negara namun juga di negara berkembang. “Mereka pecah, kemungkinan dua mata uang tersebut melemah. Sebab Eropa berkurang kekuatannya, jadi seharusnya rupiah menguat terhadap kedua mata uang tersebut,” ucapnya.
Sementara dari pihaknya masih belum berani memperkirakan berapa persen penguatannya terhadap rupiah, lantaran BPS masih terlihat adanya dampak fluktuatif. “Transaksi eceran valas bisa kita lihat nanti karena ini menggambarkan langsung transaksi di masyarakat kita. Hingga saat ini dampaknya masih fluktuatif dan mixed,” jelas Sasmito.
Terjadinya Brexit ini seharusnya dapat memperkuat nilai tukar rupiah terhadap poundsterling dan euro. Secara keseluruhan dampak Brexit ini akan membuat mata uang dibeberapa negara akan berfluktuatif.
“Seharusnya rupiah bisa menguat, lantaran pelemahan poundsterling dianggap daya tawarnya terhadap nagara lain mengecil, termasuk Indonesia,” ucap Sasmito, Jumat (1/7/2016).
Pada saat terjadinya transisi tersebut , baik terhadap poundsterling atau euro akan mengalami pelemahan, tidak hanya di negara namun juga di negara berkembang. “Mereka pecah, kemungkinan dua mata uang tersebut melemah. Sebab Eropa berkurang kekuatannya, jadi seharusnya rupiah menguat terhadap kedua mata uang tersebut,” ucapnya.
Sementara dari pihaknya masih belum berani memperkirakan berapa persen penguatannya terhadap rupiah, lantaran BPS masih terlihat adanya dampak fluktuatif. “Transaksi eceran valas bisa kita lihat nanti karena ini menggambarkan langsung transaksi di masyarakat kita. Hingga saat ini dampaknya masih fluktuatif dan mixed,” jelas Sasmito.
SIANG INI IHSG TURUN 28 POIN
SAVE - Mengakhiri perdagangan sesi I siang ini, pergerakan IHSG
ditutup menurun ke zona merah dan lengser dari posisi 5.000.
Pada perdagangan sesi I siang ini, IHSG ditutup di posisi 4.988,332, angka tersebut melemah 28,315 poin atau 0,56%. Sedangkan untuk indeks LQ45 ditutup menurun 7,007 poin atau 0,81% menjadi 853,710.
Ada 7 sektor mengalami pelemahan, dan 3 sektor lainnya mampu mencatatkan penguatan. Pelemahan tertinggi tercatat oleh sektor consumer goods sebesar 1,27% dan diikuti oleh sektor manufaktur sebesar 1,09%. Dan penguatan tertinggi dialami oleh sektor tambang sebesar 0,63%.
Selain itu, ada sebanyak 112 saham meningkat, 144 saham menurun, dan 80 saham lainnya stagnan. Frekuensi saham yang ditransaksikan ada sebanyak 124.312 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 2,818 miliar saham senilai Rp2,474 triliun. Tercatat ada sebanyak Rp449,060 miliar dana asing yang masuk ke Indonesia.
Sementara di pasar uang, pergerakan kurs dolar AS mengalami pelemahan terhadap rupiah. Berdasarkan data perdagangan Reuters, Jumat (1/7/2016), siang ini dolar AS bergerak di posisi Rp13.140, angka tersebut menurun dibandingkan dengan posisi pembukaan pagi tadi di Rp13.171.
Pada perdagangan sesi I siang ini, IHSG ditutup di posisi 4.988,332, angka tersebut melemah 28,315 poin atau 0,56%. Sedangkan untuk indeks LQ45 ditutup menurun 7,007 poin atau 0,81% menjadi 853,710.
Ada 7 sektor mengalami pelemahan, dan 3 sektor lainnya mampu mencatatkan penguatan. Pelemahan tertinggi tercatat oleh sektor consumer goods sebesar 1,27% dan diikuti oleh sektor manufaktur sebesar 1,09%. Dan penguatan tertinggi dialami oleh sektor tambang sebesar 0,63%.
Selain itu, ada sebanyak 112 saham meningkat, 144 saham menurun, dan 80 saham lainnya stagnan. Frekuensi saham yang ditransaksikan ada sebanyak 124.312 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 2,818 miliar saham senilai Rp2,474 triliun. Tercatat ada sebanyak Rp449,060 miliar dana asing yang masuk ke Indonesia.
Sementara di pasar uang, pergerakan kurs dolar AS mengalami pelemahan terhadap rupiah. Berdasarkan data perdagangan Reuters, Jumat (1/7/2016), siang ini dolar AS bergerak di posisi Rp13.140, angka tersebut menurun dibandingkan dengan posisi pembukaan pagi tadi di Rp13.171.
IHSG MEMERAH, RUPIAH SIANG INI POSITIF
SAVE - Pada perdagangan sesi I siang ini, Jumat (1/7/2016),
pergerakan IHSG balik menurun ke posisi 4.988,33, angka tersebut berkurang
28,31 poin atau 0,22%.
Sementara pagi tadi, indeks mengalami penguatan sebesar 10,97 poin atau 0,22% menjadi 5.027,62. Walaupun demikian, penurunan indeks merupakan yang positif setelah mengalami peningkatan selama empat hari berturut-turut.
Pada perdagangan jeda siang ini, total transaksi saham mencapai Rp2,47 triliun dari 2,81 miliar saham yang diperdagangkan. Dan untuk transaksi asing di Bursa Indonesia, mencapai sebesar Rp449 miliar dengan aksi jual asing Rp844 miliar dibandingkan dengan aksi beli asing sebesar Rp1,29 triliun.
Dari total 348 saham yang diperdagangkan, 115 saham menguat, 149 saham menurun dan 84 saham stagnan. Sektor saham consumer mengalami tekanan hingga minus 1,27%, dan diikuti oleh sektor manufaktur nagatif1,10%.
Sementara pada jeda siang ini, Jumat (1/7/2016), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami penguatan sebesar 49 poin atau 0,37% menjadi Rp13.161/US$.
Berdasarkan kurs Jisdor BI, rupiah berada di posisi Rp13.172/US$, angka tersebut naik tipis 8 poin dibandingkan dengan posisi kemarin di Rp13.180/US$.
Sementara pagi tadi, indeks mengalami penguatan sebesar 10,97 poin atau 0,22% menjadi 5.027,62. Walaupun demikian, penurunan indeks merupakan yang positif setelah mengalami peningkatan selama empat hari berturut-turut.
Pada perdagangan jeda siang ini, total transaksi saham mencapai Rp2,47 triliun dari 2,81 miliar saham yang diperdagangkan. Dan untuk transaksi asing di Bursa Indonesia, mencapai sebesar Rp449 miliar dengan aksi jual asing Rp844 miliar dibandingkan dengan aksi beli asing sebesar Rp1,29 triliun.
Dari total 348 saham yang diperdagangkan, 115 saham menguat, 149 saham menurun dan 84 saham stagnan. Sektor saham consumer mengalami tekanan hingga minus 1,27%, dan diikuti oleh sektor manufaktur nagatif1,10%.
Sementara pada jeda siang ini, Jumat (1/7/2016), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami penguatan sebesar 49 poin atau 0,37% menjadi Rp13.161/US$.
Berdasarkan kurs Jisdor BI, rupiah berada di posisi Rp13.172/US$, angka tersebut naik tipis 8 poin dibandingkan dengan posisi kemarin di Rp13.180/US$.
Langganan:
Postingan (Atom)






