Selasa, 05 November 2019

LEMAHNYA PERGERAKAN RUPIAH


SAVE- Pada perdagangan pagi Selasa (05/11/2019), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak melemah 11 poin atau yang setara dengan 0,08% di posisi Rp 14.025/US$.

Rupiah melemah bersamaan dengan beberapa mata uang Asia lainnya seperti dolar Hongkong melemah 0,01%, ringgit Malaysia turun 0,02%, yen Jepang melemah 0,10%, peso Filipina yang melemah 0,15% dan won Korea turun 0,14%.

Rupiah hari ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.025/US$ hingga Rp 14.038/US$.

Meskipun pembukaan perdagangan rupiah melemah, rupiah masih diperkirakan akan mengalami penguatan karena adanya sentimen perjanjian dagang AS dengan Cina yang direncanakan akan dilaksanakan dalam waktu dekat.





Senin, 04 November 2019

HIJAUNYA IHSG


SAVE- Pada perdagangan Senin (04/11/2019), IHSG menunjukkan penguatannya. IHSG bergerak naik sebesar 21 poin atau yang setara dengan 0,36% berada di posisi 6.228.
Diikuti pula oleh indeks LQ45 yang menguat sebesar 4,0 poin atau yang setara dengan 0,52% di level 985.

Pada pre opening perdagangan hari ini, IHSG bergerak di zona hijau si level 6.219  dengan adanya kenaikan sebesar 11 poin atau yang setara dengan 0,19%. Begitupun dengan indeks LQ45 menunjukkan kenaikannya sebesar 2,9 poin atau yang setara dengan 0,30% di level 983.

Di awal pembukaan perdagangan, level terendah IHSG berada di level 6.255,88 dan level tertingginya di posisi 6.264,52.

Volume perdagangan pada awal perdagangan sebesar 522,6 juta saham, dengan nilai transaksi harian saham Rp 144,3 miliar, dan total frekuensi saham sebanyak 11.163 kali. Terdapat 155 saham yang tidak menunjukkan pergerakan kemana pun, 42 saham yang melemah dan 124 saham menguat.

Sektor-sektor yang mendorong IHSG berada di zona hijau seperti sektor manufaktur menanjak 0,22%, sektor perkebunan naik 0,3% dan sektor barang konsumsi menguat 0,43%.



Jumat, 01 November 2019

TURUNNYA GERAK RUPIAH


SAVE- Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini Jumat (01/11/2019), bergerak ke zona merah. Rupiah melemah sebesar 0,12% atau yang sama dengan 17,5 poin berada di level Rp 14.060/US$.

Pelemahan rupiah terhadap dolar AS juga diikuti oleh beberapa mayoritas mata uang di Kawasan Asia seperti peso Filipina sebesar 0,1%, rupee India sebesar 0,05% dan dolar Hongkong 0,01%.

Namun bath Thailand menguat 0,03%, yen Jepang menguat 0,07%, yuan China menguat 0,23% dan juga dolar Singapura dan ringgit Malaysia yang masing-masing melemah sebesar 0,02%.

Adanya dampak negatif karena adanya potensi gagalnya perjanjian dagang antara Amerika Serikat dan China. Hal tersebut membuat rupiah melemah. Pejabat Tiongkok meragukan perjanjian dagang yang komprehensif dengan AS bisa tercapai.

Rupiah berpotensi dikisaran Rp 14.000/US$ hingga Rp 14.100/US$.




moneychangersunterjakartautara

savemoneychanger @ptsavemc

Kamis, 31 Oktober 2019

IHSG MERAH


SAVE- IHSG pada pembukaan perdagangan Kamis (31/10/2019), bergerak ke zona merah. IHSG bergerak melemah sebesar 2,5 poin atau yang setara dengan 0,03% di posisi 6.298,2. Begitu juga dengan indeks LQ45 yang juga bergerak melemah di level 995,9.

Pada pre opening perdagangan, IHSG bergerak melemah sebesar 5,18 poin atau yang setara dengan 0,08 di level 6.290,56.

Nilai transaksi harian saham sebesar Rp 119,1 miliar dengan total frekuensi perdagangan saham sebanyak 8.602 kali dengan volume perdagangan 138 juta saham. Dengan pergerakan saham yang melemaha sebanyak 35 saham, 135 saham yang tidak bergerak kemanapun, dan 126 saham yang menghijau.

Sektor pembentuk IHSG terdapat 10 sektor, tujuh sektor berada di zona hijau dan tiga sektor memerah. Sektor yang menghijau di pimpin oleh sektor perkebunan yang menguat 0,82%, sektor konstruksi naik 0,58% dan diikuti oleh sektor konsumsi yang menanjak 0,47%.

Namun sektor yang melemah antara lain sektor aneka industri melemah 0,22%, sektor keuangan turun 0,07%, dan sektor infrastruktur turun 1,28%.




Selasa, 29 Oktober 2019

IHSG GERSANG


SAVE- Pada perdagangan sesi I siang ini Selasa (29/10/2019), IHSG menunjukkan pelemahannya sebesar 2,2 poin atau yang setara dengan 0,04% berada di posisi 6.263,1.

Disisi lain, indeks LQ45 justru kebalikannya yang bergerak melemah 0,8 poin atau yang setara dengan 0,09% di level 992,7.

Dalam perdagangan sesi i terdapat 136 saham yang tidak menunjukkan pergerakan apapun, 202 saham bergerak melemah, dan 183 saham begerak menguat. Dengan volume perdagangan sampai dengan 123.116 miliar saham dengan total nilai Rp 5,051 triliun.

Sektor penggerak pelemahan dengan penurunan paling signifikan adalah sektor manufaktur sebesar 0,4% dan sektor konsumsi sebesar 0,73%.




Senin, 28 Oktober 2019

MAJUNYA RUPIAH



SAVE- Pada pembukaan pekan Senin (28/10/2019), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menunjukkan penguatan sebesar 13 poin atau yang setara dengan 0,09% berada di posisi Rp 14.025/US$.

Rupiah diperkirakan akan bergerak positif dan akan bergerak di kisaran Rp 14.015 hingga Rp 14.065/US$.

Selain penguatan rupiah, beberapa mayoritas mata uang Asia juga bergerak menguat terhadap dolar AS seperti ringgit Malaysia 0,01%, yuan Tiongkok 0,12%, rupee India 0,19%, peso Filipina 0,17%, won Korea Selatan 0,28%, dolar Taiwan 0,1%, dan dolar Singapura 0,01%.

Disisi lain, baht Thailand, dolar Hongkong dan yen Jepang justru melemah terhadap dolar AS dengan masing-masing bergerak melemah sebesar 0,16%, 0,04%, dan 0,06%.




Jumat, 25 Oktober 2019

RUPIAH MENANJAK TIPIS


SAVE- Pada awal perdagangan Jumat (25/10/2019), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis. 

Rupiah menunjukkan penguatan sebesar 0,02% yang berada di level Rp 14.055/US$.

Penguatan rupiah sejalan dengan beberapa mata uang Asia, antara lain dolar Hongkong menguat 0,01%, yuan China naik 0,04% dan peso Filipina menguat 0,13%.

Rupiah hari ini diperkirakan akan bergerak di Rp 14.010/US$ hingga Rp 14.070/US$.

Penguatan terhadap rupiah dalam beberapa hari terakhir juga dikarenakan semakin banyaknya aliran dana asing ke pasar obligasi. Namun juga adanya aksi profit taking di pasar obligasi. Dan jug adanya peluang menguat karena para pelaku pasar masih menunggu hasil rapat FOMC pada pekan depan.